Viral Ibu Hamil Ditandu Gegara Jalan Rusak, Bidan Diminta Jemput Bola

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 21:28 WIB
La Nyalla Mattalitti
Foto: DPD
Jakarta -

Video wanita yang hendak melahirkan ditandu warga baru-baru ini viral di masyarakat. Peristiwa itu terjadi di Dusun Baban Tengah, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (21/9). Adapun wanita tersebut perlu ditandu karena akses jalan menuju Puskesmas curam dan perlu melewati sungai.

Merespons hal ini, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengimbau agar tenaga kesehatan melakukan jemput bola, terutama bagi mereka dengan akses jalan yang sulit.

"Jika menemui kondisi serupa, sebaiknya tenaga kesehatan atau bidan yang akan membantu persalinan yang mendatangi pasien. Karena risikonya jauh lebih kecil. Terkecuali memang pasien harus mendapatkan perawatan serius," kata LaNyalla dalam keterangan tertulis, Rabu (22/9/2021).

Menurut LaNyalla, memandu wanita yang akan melahirkan merupakan tindakan membahayakan. Untuk itu, ia meminta agar pemerintah dan dinas setempat dapat memperhatikan dan menangani dengan baik jika ditemukan kasus serupa.

"Menandu wanita yang akan melahirkan melewati jalan yang curam sangat membahayakan. Selain tidak aman juga akan berdampak pada psikologisnya. Kita harus melindungi pasien karena khawatirnya terjadi syok sehingga malah keselamatan ibu dan janinnya tidak terjaga," katanya.

LaNyalla pun menyarankan agar dinas kesehatan di daerah membuat terobosan baru dalam melayani pasien dalam kondisi khusus.

"Paling tidak Dinkes mempunyai SOP yaitu seperti saran saya tadi. Untuk pasien di lokasi sulit, bidan sebaiknya mendatangi," katanya.

Senator asal Jawa Timur ini juga meminta pemerintah daerah menggenjot pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, terutama di daerah yang sulit dijangkau.

"Pemda-pemda harus memprioritaskan pembangunan jalan atau infrastruktur lainnya agar akses masyarakat mudah. Sehingga dalam mendapatkan penanganan kesehatan menjadi lebih cepat, selain itu juga penting untuk kegiatan ekonomi," pungkasnya.

(mul/mpr)