Jalan Berliku Korban Pemerkosaan di Tangerang Mencari Keadilan

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 19:27 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Foto ilustrasi pemerkosaan anak. (Zaki Alfarabi/detikcom)
Tangerang Selatan -

Seorang gadis 13 tahun di Tangerang diperkosa oleh ayah tirinya berinisial R (46) berkali-kali sejak 2019. Kasus tersebut hingga kini belum masuk persidangan.

Perlakuan bejat yang dialami korban terjadi sejak 2019 hingga 2020. Sebanyak 10 kali korban disetubuhi ayah tirinya.

"Ini terjadi kurang-lebih 10 kali sejak bulan September 2019 sampai Oktober 2020," ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang Selatan Tri Purwanto kepada wartawan, Rabu (22/9/2021).

Laporan Diterima Polisi Oktober 2020

Tri mengatakan, pada awal Oktober 2020, korban bersama ibu kandungnya melaporkan kelakuan bejat R ke polisi. Namun laporan tersebut tidak mendapat respons baik.

Barulah pada 21 Oktober 2020 laporan korban diterima polisi. Itu karena korban mendapat pendampingan dari P2TP2A Tangerang Selatan.

"Sebelum datang ke sini, korban sudah lapor sebelum 21 Oktober ke Polres Metro Tangerang Kota, tapi merasa terkesan nggak ditanggapi. Terus sama kita lapor, didampingi tanggal 21 Oktober," kata Tri.

Konferensi pers UPTD P2TP2A Kota Tangerang Selatan terkait kasus pemerkosaan S (13) oleh ayah tirinya R (46), Rabu (22/9/2021).Tim dari UPTD P2TP2A Kota Tangerang Selatan. (Rakha/detikcom)

Setelah itu, korban menjalani visum. Setelah menjalani proses penyelidikan dan pengumpulan sejumlah alat bukti, pada April 2021 R ditetapkan sebagai tersangka.

"Jumat, 23 Oktober 2020, di Polres Metro Tangerang Kota divisum dan BAP korban dan ibunya. Penetapan tersangka awal tahun 2021, 12 April 2021 P21 tahap 1. Penetapan tersangka 12 April 2021," terangnya.

Pelaku Tidak Ditahan

Muhamad Rizki Firdaus, mitra hukum P2TP2A Tangerang Selatan, menyebut pelaku tidak ditahan oleh polisi karena adanya pengajuan penangguhan penahanan. Meski begitu, Rizki dan pihaknya mengaku tidak pernah mendapat kejelasan perihal penangguhan penahanan tersangka.

"Dan ada yang menarik lagi yang dapat adalah ada persetujuan penangguhan penahanan yang diupayakan sama pelaku. Ini jadi poin yang harus digarisbawahi jika memang ada penangguhan penahanan. Ini yang tidak terinformasikan secara ilmiah. Jika memang ditangguhkan siapa yang menjamin," kata Rizki.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Tonton juga Video: 2 Pelaku Pemerkosaan Gadis 14 Tahun di Apartemen Makassar Dibekuk

[Gambas:Video 20detik]