Pemkot Depok: Ganjil Genap di Margonda untuk Kurangi Mobilitas Warga

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 15:44 WIB
Wacana Pelarangan Motor Melintasi Jalan Margonda

Kendaraan bermotor melintasi jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Kamis (17/08/2017). Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek atau BPTJ  mengeluarkan rekomendasi perluasan pelarangan motor di sejumlah jalan di Jakarta dan kota-kota di sekitarnya, salah satunya di Jalan Margonda, Depok. Grandyos Zafna/detikcom
Jalan Margonda Raya Depok akan diberlakukan ganjil-genap. (Grandyos Zafna/detikcom)
Depok -

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan menerapkan ganjil genap di Jalan Margonda Raya pada Oktober 2021. Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menyebut kebijakan ganjil-genap ini dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

"Bahwa dalam rangka mobilitas, mengurangi mobilitas warga, maka pihak kepolisian melakukan kebijakan ganjil genap, kami sebagai pemerintah turut mendukung atas kebijakan tersebut," kata Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono saat ditemui di kantor DPRD Depok, Jawa Barat, Rabu (22/9/2021).

Kendati demikian, Imam belum menjelaskan secara rinci tanggal uji coba ganjil-genap pada Oktober nanti. Dia kembali menegaskan bahwa pihaknya sangat mendukung kebijakan ganjil-genap itu guna mengendalikan mobilitas warga saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Bulan Oktober (uji coba ganjil-genap). Kami mendukung atas inisiatif dari polres melaksanakan itu juga mendukung dalam hal mobilitas warga terkait dengan PPKM," tutur Imam.

Sebelumnya diberitakan, Satlantas Wilayah Depok akan menguji coba ganjil-genap di Jalan Margonda Raya. Ganjil-genap ini hanya berlaku untuk kendaraan roda empat.

"Tentu sosialisasi dulu, terus uji coba. Belum tahu kapan diberlakukan dan rencana khusus mobil saja," kata Kanit Laka Polres Metro Depok AKP Rasman kepada wartawan, Selasa (21/9).

Rasman berharap nantinya ganjil-genap ini dapat mengendalikan mobilitas masyarakat untuk menekan laju penyebaran virus Corona (COVID-19).

"Tentunya untuk protokol kesehatan dan pengendalian mobilitas guna pencegahan penyebaran COVID-19," tuturnya.

Rasman mengatakan ganjil-genap ini rencananya diterapkan di kedua arah Jalan Margonda Raya mulai simpang Arif Rahman Hakim sampai flyover Universitas Indonesia (UI).

"Di Jalan Margonda segmen 2 dan 3, dari simpang Arif Rahman Hakim sampai flyover UI, kanan kiri," kata Rasman.

DKI Jakarta sendiri telah memberlakukan ganjil-genap sejak 2 pekan yang lalu. Ganjil-genap di Jakarta diberlakukan di Jl Sudirman, Jl MH Thamrin, dan Jl Rasuna Said.

Ganjil-genap dilakukan sebagai pengganti penyekatan mobilitas masyarakat di masa PPKM level 3. Ganjil-genap di 3 titik ruas jalan di Jakarta ini berlaku setiap hari selama pemerintah menerapkan kebijakan PPKM.

(whn/mea)