Alibi Penyuap Serahkan 'Uang Bansos' Rp 15 M untuk Angin Prayitno dkk

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 15:19 WIB
Suasana Sidang Angin Prayitno (Zunita-detikcom)
Suasana Sidang Angin Prayitno (Zunita/detikcom)

Rp 15 M Ditulis Uang Bansos

Sehingga atas persetujuan Angin, PT GMP hanya membayar pajak Rp 19.821.605.944 sesuai keinginan PT GMP. Kemudian, PT GMP menyerahkan fee Rp 15 miliar ke Angin, saat itu, kata jaksa, PT GMP mencatat pengeluaran Rp 15 miliar itu dengan alasan bantuan sosial.

"Bahwa untuk merealisasikan kesepakatan pemberian fee kepada para Terdakwa dan Tim Pemeriksa, Lim Poh Ching selaku General Manager PT GMP memerintahkan Iwan Kurniawan selaku Asisten Service Manager PT GMP untuk menyediakan uang sebesar Rp 15 miliar dengan cara membuat pengeluaran yang dicatatkan sebagai form bantuan, yaitu: donation form untuk bantuan sosial Teluk Betung Barat tertanggal 15 Januari 2018 sebesar Rp 5 miliar, kedua donation form untuk bantuan sosial Desa Kedaton tertanggal 15 Januari 2018 sebesar Rp 5 miliar, ketiga donation form untuk bantuan sosial Gunung Sugih tertanggal 17 Januari 2018 sebesar Rp 5 miliar, padahal bantuan tersebut bersifat fiktif," ungkap jaksa.

Kemudian uang itu diantarkan oleh tiga orang karyawan PT GMP yakni Iwan Kurniawan, Galih Wicaksana, dan Gatot Wibisono, mereka membawa uang itu dari Lampung Tengah dan diantarkan ke Jakarta. Uang Rp 15 miliar itu diangkut menggunakan tiga mobil yang dibawa oleh tiga karyawan itu.

Sesampainya di Jakarta, uang itu diserahkan ke Yulmanizar dan kemudian diserahkan ke Angin Prayitno dalam bentuk dolar, SGD 750 ribu, atau setara Rp 7,5 miliar. Sisa uangnya diserahkan ke tim pemeriksa.

Terkait PT GMP ini, Dadan juga mendapat uang Rp 7,5 miliar sama dengan Angin. Namun Dadan mendapatkan uangnya pada Februari 2018.

"Setelah uang ditukarkan dalam mata uang dolar Singapura, Yulamnizar menyerahkan sebesar SGD 750 ribu atau setara Rp 7,5 miliar kepada Wawan Ridwan sebagai bagian untuk terdakwa I dan II. Sedangkan sisanya dibagi rata kepada Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, dan Yulmanizar, serta Febrian," jelas jaksa.


(zap/dwia)