196 Keluarga di Depok Kena Dampak Angin Puting Beliung

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 13:53 WIB
Hujan Angin di Depok: Hujan Es, Pohon Tumbang, Reklame Roboh
Papan reklame roboh akibat hujan dan angin kencang di Depok, Selasa (21/9/2021) sore.

Diketahui, hujan angin di Depok terjadi Selasa (21/9) sore kemarin dan mengakibatkan pohon tumbang di Depok hingga perjalanan KRL terganggu. Hujan es juga sempat terjadi di kawasan Beji.

Akibat hujan angin di Depok, pohon tumbang pun tak bisa dielakkan. Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), setidaknya ada enam lokasi pohon tumbang di Depok. Berikut daftar lokasinya:

1. Halte Pemuda
2. Studio Alam
3. Jalan Rapika, Pancoran Mas
4. Jalan Dahlia RW 10
5. Sepanjang Jalan Siliwangi, kondisi macet total
6. Jalan Merdeka 01, depan Kantor Kecamatan Sukmajaya

Imbas pohon tumbang di Jl Siliwangi, lalu lintas macet total.

"Sepanjang Jalan Siliwangi pohon pada tumbang, macet total," tutur Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Denny Romulo dalam keterangan yang diterima detikcom, Selasa (21/9).

Hujan angin di Depok diiringi kejadian hujan es di Depok, tepatnya di kawasan Beji. Saat detikcom hubungi, warga Beji bernama Ahmad mengatakan kaca rumahnya seperti tertimpa batu.

"Hujan es ini. Kaca rumah kayak ditimpuk batu. Saya kira kerikil yang jatuh, suaranya berisik banget. Untung nggak ada yang pecah sih ini," ujar Ahmad saat dihubungi.

Analisis BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan angin dan hujan es merupakan fenomena menjelang musim hujan. Menurut BMKG, fenomena itu terjadi pada waktu-waktu tertentu. Khususnya pada siang atau sore.

"Hujan es dan puting beliung lebih sering terjadi menjelang dan awal musim hujan. Saat radiasi matahari kuat sampai permukaan bumi dan uap air di atmosfer juga sudah mulai tinggi," kata Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Bogor Indra Gustari saat dihubungi, Rabu (22/9/2021).

"Kedua fenomena tersebut umumnya terjadi pada siang atau sore hari yang diawali dengan berkembangnya awan konvektif yang kuat," katanya.


(whn/idn)