Kejar Herd Immunity, Vaksinasi COVID di Jateng Capai 1,6 Juta/Minggu

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 09:46 WIB
Salah satu sentra vaksinasi COVID-19 di Yogyakarta digelar selama tuhuh hari berturut-turut di Gedung Jogja Expo Center. Vaksin yang diberikan yakni Sinovac.
Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melakukan percepatan vaksinasi untuk mengurangi pencegahan COVID-19. Terbaru, di minggu ke-37, Jateng berhasil menyuntikkan vaksin hingga lebih dari 1,6 juta per pekan.

"Vaksin per minggu cukup banyak. Minggu ke-37 kita dapat 1,6 juta dan kita mampu menyuntikkan lebih dari itu," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo dikutip dari laman resmi Pemprov, Rabu (22/9/2021).

Dinkes Jateng mencatat pada minggu ke-37, laju kecepatan mingguan vaksinasi mencapai 1.639.560 orang. Jumlah itu meningkat dibanding minggu ke-36 yaitu 1.155.044 orang.

"Saat ini jumlah yang tervaksin total sudah 35 persen. Dengan beberapa kota malah sudah 100 persen. Hanya Kota Pekalongan yang belum sampai 100 persen," jelas Yulianto.

Pemprov Jateng berupaya menggeser situasi pandemi ini bisa menjadi endemi. Di antaranya dengan terbentuknya kekebalan komunal yang salah satunya dengan percepatan vaksinasi.

Selanjutnya adalah protokol kesehatan yang harus semakin ketat. Maka levelling dalam PPKM, kata Yuli, itu hati-hati. Sebab kalau diturunkan, kecenderungannya malah membuat masyarakat seolah sudah hidup normal.

"Kalau kita lihat di tempat rekreasi, ini sudah ramai. Hati-hati sekali. Kita jangan lengah. Justru kondisi peralihan ini kita jaga betul vaksinasinya kita percepat, protokol kesehatan harus lebih ditegakkan, disiplinnya lebih bagus lagi," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan di pekan ini memang vaksinasi sudah bisa mencapai 1,6 juta orang. Hal itu menunjukkan kesiapan Jateng untuk bisa melakukan lebih dari itu.

"Kita percepat vaksin. Alhamdulillah tadi kita sudah 1,6 juta (orang) yang bisa kita genjot satu minggu, meskipun target kita kami masih terus memohon kepada pusat agar bisa 2,5 juta (orang) tiap minggu," kata Ganjar.

Ganjar menyampaikan agar semua pihak tidak lengah, jangan euforia, dan terus melakukan cek dan ricek dengan baik. "Cek dan ricek jangan berhenti," tegasnya.

Simak juga 'Risiko Penularan dari Orang yang Sudah Divaksin Minim':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)