Ahli Sosiologi Hukum Duga Napoleon Cuma Cari Pembenaran soal Hajar Kace

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 19:34 WIB
Trubus Rahadiansyah, pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti. (Dok Pribadi Trubus)
Foto: Trubus Rahadiansyah, pakar kebijakan publik dari Universitas Trisakti. (Dok Pribadi Trubus)

Dia pun mengimbau agar publik tidak perlu terprovokasi, terlebih kelompok-kelompok keagamaan tertentu. Trubus meminta agar kasus ini tidak dinilai terlalu jauh hingga ke masalah agama.

"Saya kira publik juga cerdas melihat ini semua, tapi perlu ada narasi yang berimbang sehingga dalam hal ini publik memberikan seolah-olah ini sangkut paut dengan agama. Harus dilihat bahwa persoalan ini semata mata individual, juga ini persoalan yang sifatnya di diri masing-masing itu bermasalah," ujarnya.

Sebelumnya, Irjen Napoleon Bonaparte diduga memukul dan melumuri Kace dengan kotoran manusia. Kotoran itu diduga disiapkan sendiri oleh Napoleon.

"Kotoran manusia disiapkan sendiri oleh NB," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi saat dimintai konfirmasi, Senin (20/9).

Kace diduga dipukul dan dilumuri kotoran dalam waktu bersamaan. Akibat peristiwa itu, Kace mengalami lebam pada bagian wajah.

Napoleon Buka Suara

Napoleon buka suara soal kasus ini lewat surat yang disampaikan oleh kuasa hukumnya, Haposan Batubara. Dia mengawali penjelasan soal dirinya yang terlahir dan dibesarkan sebagai seorang muslim.

Dia menyatakan siapa pun bisa menghina dirinya, namun tidak dengan Allah, Rasulullah, dan Al-Qur'an. Dia bersumpah akan melakukan tindakan terukur terhadap orang yang menghina Allah, Rasulullah, dan Al-Qur'an.

"Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, Al-Qur'an, Rasulullah SAW dan akidah Islamku. Karenanya, saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apa pun kepada siapa saja yang berani melakukannya," ujarnya.

Dia menyayangkan perbuatan Kace yang dianggapnya bisa merusak kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Irjen Napoleon Bonaparte mengaku akan bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap Kace.


(fas/fjp)