Gerakan Separatis Papua Diduga Pelaku Penyerangan
Selasa, 11 Apr 2006 01:21 WIB
Jakarta - Setelah sempat simpang siur, penyebab bentrokan militer dan sipil di perbatasan Indonesia-Papua Nugini akhirnya terkuak. Kelompok bersenjata yang diduga sebagai gerakan separatis Papua disinyalir kuat menjadi kelompok penyerang."Kelompok bersenjata yang diduga kuat sebagai gerakan separatis Papua sejumlah 30 orang menyerang pos TNI dan mahasiswa yang sedang melakukan PKL," kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Trikora Letkol Caj GT Situmorang dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (10/4/2006).Situmorang menjelaskan, kelompok separatis Papua itu menyerang dengan menggunakan senjata dari jenis AK-47, pistol mitraleur, double loop, panah, parang, dan kampak. Penyerangan itu terjadi pada pukul 12.30 WIT ketika di lokasi kejadian sedang berlangsung kerja bakti kesehatan."Tiba-tiba ada serangan bersenjata kepada prajurit di pos dan mahasiswa yang sedang PKL. Akibatnya 2 prajurit dari Satgas Yonif 509/Kostraqd gugur, satu kritis dan seorang mahasiswa luka parah. Dua orang dari pihak penyerang tewas," ujarnya.Kedua anggota TNI yang tewas itu adalah Sertu Basori Ahmad dan Pratu Sukarno. "Pada jenazah mereka berdua terdapat luka bacok di kepala. Basori dibacok 3 kali, semua jari tangannya putus. Sedangkan Sukarno mengalami luka bacok pada leher bagian belakang dan tnagan kirinya putus," paparnya.Sedangkan prajurit yang kritis, Kopda Sugik Haryono saat ini dirawat secara intensif di RS Tingkat III Marthen Indey, Jayapura. Sugik dievakuasi ke rumah sakit dengan helikopter.Sementara itu, korban luka parah yang berasal dari mahasiswa adalah Yosef (21). Mahasiswa Poltekkes Jayapura itu menderita luka di bagian bahu.Sedangkan identitas korban tewas dari pihak penyerang hingga saat ini masih belum diketahui.
(ary/)











































