J Kristiadi: Kemelut Republik BBM Akibat Persaingan Bisnis
Senin, 10 Apr 2006 13:19 WIB
Jakarta - Kemelut acara Republik BBM (Benar Benar Mabok) yang sempat dikabarkan akan distop kini berbelok arah. Semula bernuansa intervensi penguasa, kini mengarah pada persaingan bisnis media semata."Tampaknya ada unsur-unsur di media yang ingin acara tidak berjalan lancar. Saya menduga ada ke arah persaingan bisnis media," kata pengamat politik J Kristiadi kepada detikcom Senin (10/4/2006).Menurut rencana, Kristiadi akan tampil dalam acara Republik BBM pada penayangan malam ini pukul 22.00 WIB di Indosiar. Dia akan muncul sebagai bintang tamu dengan status sebagai teman Penasihat Presiden Republik BBM yang diperankan Effendi Gazali.Menurut Kristiadi, persaingan media itu mungkin saja terjadi, apalagi sekarang ini jumlah media elektronik di Indonesia sudah semakin banyak."Mereka juga membutuhkan modal yang besar dan ketat untuk saling mengungguli, jadi itu mungkin sekali. Tapi semuanya perlu di cek dan ricek," tambah Kristiadi.Ketika dikonfirmasi apakah dirinya akan hadir dalam acara Republik BBM malam nanti, Kristiadi pun mengiyakan. "Ya saya akan datang. Meskipun jika nanti tidak diambil gambar, saya akan datang. Kita akan diskusikan kenapa acara ini sempat harus distop," jelas Kristiadi.Hingga kini, jelas Kristiadi, belum ada pembatalan penayangan dari pihak penyelenggara Republik BBM. Dia juga mengungkapkan penyesalannya jika acara yang cukup digemari pemirsa Indosiar ini akan diberhentikan penayangannya."Saya kira ini bentuk komunikasi politik yang cukup baik. Lagipula acara ini adalah cara yang paling rileks untuk menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah. Daripada kita demo yang bikin macet jalanan," tandas pengamat CSIS ini.Menurut rencana, acara Republik BBM akan ditayangkan Indosiar pukul 22.00 WIB. Dalam episodenya yang ke-16 ini, Republik BBM mengambil tema "Menyikapi Negara Tetangga yang Usil".Akan tampil dalam sidang kabinet ini antara lain Menseskab Republik BBM Denny Chandra, Narji (Panglima Perang Republik BBM), Sovie Novita (Deputi Menteke) dan Ca' Lontong (Kabaking).Republik BBM sedang gonjang-ganjing. Pemicunya pertemuan Wapres Jusuf Kalla dengan pemilik stasiun televisi pada 7 April. Saat itu ada celetukan dari pihak stasiun televisi lain kepada Wapres, "Republik BBM mengerikan". Wapres kemudian berbicara dengan pemilik Indosiar Anthony Salim.Belum diketahui persis apa isi pembicaraan tersebut. Namun kemudian beredar SMS yang menyebut-nyebut Republik BBM akan distop penayangannya. Tapi Dirut Indosiar Handoko melalui humasnya Gufroni Sakaril menyatakan, Republik BBM tetap on air seperti biasa.
(ahm/)











































