Iklan Republik BBM Terus Muncul, 'Pejabatnya' Masih Blank

Iklan Republik BBM Terus Muncul, 'Pejabatnya' Masih Blank

- detikNews
Senin, 10 Apr 2006 12:34 WIB
Jakarta - Indosiar mantap tetap menayangkan acara Republik BBM. Iklannya pun terus bermunculan di layar kaca stasiun televisi swasta ini. Namun tidak demikian halnya dengan para "pejabat" Republik BBM.Presiden Republik BBM Taufik Savalas enggan memastikan apakah akan ikut siaran atau tidak, apakah hanya sekadar hadir di studi atau tidak."Maaf Mas nggak bisa ngasih komentar, mendingan langsung datang saja ke Indosiar nanti malam," ujar Taufik dengan nada terburu-buru saat dihubungi detikcom, Senin (10/4/2006).Tapi pastinya ikut siaran atau tidak? "Pokoknya datang saja nanti malam. Udah ya Mas," sergah Taufik cepat. Selanjutnya yang terdengar hanya bunyi tut...tut...tut...Wapres Republik BBM Ucup Kelik yang juga dihubungi detikcom melalui ponselnya hanya mendapat sahutan dari program layanan mailbox.Menseskab Republik BBM Denny Chandra sempat memperdengarkan suaranya. "Halo...halo...suaranya putus-putus nih...halo...mendingan telepon nanti aja lagi yaaa..."Yaahhh...detikcom yang sempat menyahuti sapaan Denny Chandra pun kecele. Sapaan itu ternyata hanya rekaman suara Denny Chandra untuk mengisi mailbox.Penasihat Presiden Republik BBM Effendi Ghazali juga masih belum dapat memastikan apakah akan ikut siaran atau tidak."Kita lihat nanti bagaimana keputusan dari Ketua Program Pascasarjana Komunikasi UI (Dedy N Hidayat)," sahut Effendi kepada detikcom.Sementara di layar kaca Indosiar, iklan Republik BBM terus bermunculan. Wajah-wajah para "pejabat" Republik BBM muncul bergantian dalam iklan tersebut.Siaran live yang memasuki episode ke-16 ini akan tayang pada Senin malam 10 April pukul 22.00 WIB. Tema acara komedi satire ini nanti bertajuk "Menyikapi Negara Tetangga yang Usil".Republik BBM sedang gonjang-ganjing. Pemicunya pertemuan Wapres Jusuf Kalla dengan pemilik stasiun televisi pada 7 April. Saat itu ada celetukan dari pihak stasiun televisi lain kepada Wapres, "Republik BBM mengerikan". Wapres kemudian berbicara dengan pemilik Indosiar Anthony Salim.Belum diketahui persis apa isi pembicaraan tersebut. Namun kemudian beredar SMS yang menyebut-nyebut Republik BBM akan distop penayangannya. Tapi Dirut Indosiar Handoko melalui humasnya Gufroni Sakaril menyatakan, Republik BBM tetap on air seperti biasa. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads