Larangan Keluar Rumah di Nepal Diperpanjang
Senin, 10 Apr 2006 01:29 WIB
Nepal - Pasca insiden tertembaknya seorang pengunjuk rasa, pihak berwenang Nepal memperpanjang larangan keluar rumah pada siang hari di Kathmandu sebagai upaya mencegah aksi protes terhadap Raja Gyanendra.Hal ini dilakukan pemerintah Nepal setelah pada Sabtu 8 April lalu ribuan orang ikut ambil bagian dalam unjuk rasa. Dalam unjuk rasa tersebut seorang pria ditembak mati di bagian barat negara itu.Konflik ini dipicu setelah Raja Gyanendra mengambil alih kekuasaan 14 bulan. Dia menuduh partai-partai politik gagal memadamkan pemberontakan Maois.Seperti dilansir bbcnews, Senin (10/4/2005), banyak toko-toko yang buka sebelum pagi hari untuk mengantisipasi larangan keluar di siang hari agar masyarakat tetap bisa berbelanja.Larangan keluar rumah di siang hari berlaku sejak pukul 07.00 sampai pukul 20.00 waktu setempat.Birokrat pemerintah dan polisi juga mulai bekerja pagi dinihari. Muncul kebingungan mengenai siapa yang memerintahkan larangan keluar rumah itu. Namun yang pasti pihak berwenang semakin memperketat aturan dibandingkan dengan hari sebelumnya.
(bal/)











































