Isu Dirazia FPI, Loper Tidak Takut Jualan Playboy
Senin, 10 Apr 2006 00:15 WIB
Jakarta - Ancaman Front Pembela Islam (FPI) yang akan melakukan razia terhadap peredaran majalah Playboy ditanggapi dingin oleh para loper majalah. "Emangnya gue nyolong," cetus seorang loper.Ketika ditemui detikcom di lapak miliknya, Ucok mengaku tidak takut berjualan majalah Playboy versi Indonesia. Bahkan ancaman razia terhadap dagangannya hanya dianggap angin lalu.Diakuinya sejak Jumat 7 April lalu, stok majalah Playboy-nya telah habis. "Agen juga tidak ada stok lagi. Nanti kalau sudah ada lagi, saya taruh lagi," ujarnya di lapak miliknya, di jalan Tebet Raya, di depan pasar darurat Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (9/04/2006).Ucok malah menyebutkan isi majalah Playboy tersebut tidak seseram yang dibayangkan orang. "Banyak yang menyesal telah membelinya," ujar pria Batak ini santai.Sekitar 200 meter dari tempat jualan Ucok, tepatnya di seberang SMKN 32 Jakarta,seorang loper koran dan majalah bernama Ardi menyebutkan stok Playboy-nya juga telah habis. "Hari pertama saja sudah habis. Saya cuma dikasih stok 10 eksemplar sama agen, habis langsung," terang Ardi.Saat ini dia masih menunggu datangnya stok Playboy baru dari agennya. Namun Ardi merasa ketar-ketir juga dengan ancaman sweeping dari FPI terhadap majalah Playboy."Ngeri juga sih. Tapi ya resiko jualan seperti itu," imbuhnya. Baik Ucok maupun Ardi mengatakan, selalu ada saja orang yang menanyakan majalah lisensi dari Amerika ini. "Ada saja yang nanyain sejak Jumat," kata Ardi.Tidak seperti Ardi , Ucok malah berusaha mencari stok baru lagi, karena banyak yang menanyakan. "Saya tak takut. Isinya tidak ada apa-apanya sama majalah lain," ujar Ucok membandingkan dengan menyebutkan dua majalah pria terkenal lainnya.
(bal/)











































