Sebelum Diklarifikasi, Effendi Tolak Ikut Republik BBM

Sebelum Diklarifikasi, Effendi Tolak Ikut Republik BBM

- detikNews
Minggu, 09 Apr 2006 22:18 WIB
Jakarta - Asosiasi Pascasarjana Komunikasi Universitas Indonesia menolak untuk terus berpartisipasi dalam tayangan Republik BBM di Stasiun TV Indosiar sebelum mendapatkan penjelasan mengenai perintah penghentian tayangan tersebut. "Saya ditelepon oleh pimpinan Indosiar (Handoko) sekitar jam 5 subuh hari Sabtu (8 April), dengan info seperti itu. Saya diminta mencari info selanjutnya," jelas salah satu pengisi acara Republik BBM Effendi Gazali ketika dihubungi detikcom melalui telepon di Jakarta, Minggu (9/4/2006).Dia mengaku terkejut dengan bantahan yang disampaikan Dirut Indosiar mengenai permintaan penghentian tayangan tersebut. Effendi akan membeberkan secara lengkap mengenai kronolgi kejadian permintaan tersebut jika tidak ada klarfikasi mengenai masalah ini."Tunggu saja pada waktunya saya akan beberkan kronologi peristiwanya sejak Sabtu dan Minggu secara detail. Kan ada sms dan percakapan telepon yang bisa dilacak kembali," jelasnya.Menurutnya, bagi Asosiasi Pascasarjana Ilmu Komunikasi UI, permasalahan ini bukan sekadar tayangan ini tetap berjalan seperti biasa. Tetapi publik perlu mengetahui siapa yang bilang apa dan kenapa ada sampai ada perintah seperti itu yang beredar melalui sms-sms.Mengutip pernyataan Ketua Program Pascasarjana Komunikasi UI Dedy N Hidayat, dia menjelaskan kejadian seperti ini tidak boleh terjadi. Penguasa atau pengusaha (pemilik stasiun TV) tidak bisa meminta penghentian suatu acara tanpa alasan yang jelas. "Menurut peraturan kan harus lewat Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)," tegasnya. Dia justru merasa kasihan jika nama Wapres dilibatkan dalam hal ini. "Itu sama saja dengan fitnah kalau ternyata Wapres tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu," cetusnya.Effendi khawatir yang terjadi adalah kolaborasi antara penguasa dan pengusaha setelah rencana menghentikan tayangan Republik BBM diketahui masyarakat dan banyak yang protes."Seperti biasa, program dipaksa jalan terus, tapi publik tidak dikasih tahu siapa yang bilang apa dan dengan alasan apa. Kalau tujuan acara itu pencerdasan tentunya cara-cara yang dipakai harus cerdas juga. Kalau kita mau menegakkan moral politik, moral kita tentu harus terjaga pula." urainya.Dengan kejadian ini, Asosiasi Pascasarjana Komunikasi UI, memutuskan tidak akan berpartisipasi lagi dalam acara tersebut jika tidak ada klarifikasi atau penjelasan siapa yang melarang dan kenapa bisa terjadi pelarangan itu. Dituturkannya, Ketua Program Pascasarjana Komunikasi UI Dedy N Hidayat sudah meminta dirinya dan Asosiasi tidak ikut acara Republik BBM sampai publik tahu apa yang benar-benar terjadi."Biar tidak ada fitnah untuk siapa pun, entah terhadap Pak Wapres atau pihak-pihak lain. Yang jelas Senin nanti kita (Asosiasi) tidak akan ikut acara itu," tandasnya. (bal/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait