PWNU DKI Jakarta Sepakati Muktamar NU Digelar Tahun Ini

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 13:56 WIB
Ilustrasi Bendera RI dan NU di kantor PBNU.
Ilustrasi bendera NU dan RI (Foto: Bagus Prihantoro Nugroho)
Jakarta -

Rapat gabungan PWNU DKI Jakarta menyepakati usulan agar muktamar NU diselenggarakan tahun ini, selambatnya pada Desember 2021. Hal itu melihat karena kondisi pandemi COVID-19 di Tanah Air yang sudah mulai terkendali.

"Alasannya kondisi PPKM dan COVID sudah mulai melandai. BOR (bed occupancy rate) juga sudah menurun dibawah 20 persen. Sehingga tidak ada alasan untuk menunda-nunda pelaksanaan muktamar," kata Rois Syuriyah PWNU DKI, KH Muhyidin Ishak, dalam rapat pleno PWNU DKI Jakarta di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Jakarta Selatan," Senin (21/9/2021).

Hadir dalam rapat tersebut Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta, KH Syamsul Maarif, para Wakil Rois Syuriyah; Habib Ali bin Hasan Albahar, Habib Lutfi bin Ahmad Alattas, KH Nusron Wahid dan KH Ahmad Zahari.

Muhyidin mengungkapkan, agenda ini harusnya dilaksanakan pada April 2020. Dalam muktamar nanti, bisa diselenggarakan secara offline terbatas, dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan secara ketat.

"Ini sudah molor lama. Selain itu kita sudah mulai membiasakan diri hidup berdampingan dengan COVID," ucapnya.

Dia menjelaskan, waktu pelaksanaan muktamar NU di Jombang saat itu bersamaan dengan muktamar Muhammadiyah di Makasar. Adapun Muhammadiyah sudah memutuskan pada November tahun ini.

"Kalau kita molor tahun depan, ini merupakan signal bahwa organisasi tidak sehat dibandingkan Muhammadiyah. Masak kita kalah disiplin dengan Muhammadiyah," ujarnya.

Muhyidin menyerahkan untuk waktu pasti pelaksanaan muktamar kepada PBNU dan panitia muktamar. Soal kandidat, lanjut Muhyidin, PWNU DKI Jakarta belum mengusulkan siapapun kandidat yang mau diusung, baik ketum tanfidziyah maupun rois aam.

"Biarkan itu nanti, yang penting muktamar dulu dilaksanakan pada tahun ini. Kita ikuti saran dan perintah dari kyai-kyai sepuh di Jawa Timur. Sebab kebetulan kita-kita semua ini murid dan santri dari kyai-kyai sepuh Jatim," pungkasnya

(fas/fjp)