e-Life

Seks Menyimpang Korbankan Perempuan

dtv - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 13:13 WIB
Jakarta -

Secara medis, hubungan seks vaginal lebih direkomendasikan daripada seks anal. Meski demikian, banyak orang yang melakukan seks anal sebagai variasi dalam berhubungan seksual.

Terkait risiko kesehatan yang bisa terjadi akibat seks anal, pihak perempuan biasanya akan mendapat dampak terbesar.

"Risikonya pada perempuan, ya. Tekanan pada duburnya menimbulkan perasaan tidak nyaman, bisa luka lecet. Kalau si pria sedang menderita sakit pada kelaminnya, lalu melakukan anal sex tentu itu akan menularkan pada pasangannya. Lalu bisa pasangannya mengalami infeksi pada pada duburnya itu. Itu kalau si laki-laki mengalami penyakit infeksi pada kelaminnya," jelas pakar andrologi, seksologi, dan anti-aging medicine, Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd-KSAAM di acara e-Life detikcom.

Pada dasarnya, anus memang tidak difungsikan untuk keperluan reproduksi, melainkan organ pembuangan kotoran. Karena itu, anus tidak memiliki kemampuan lubrikasi alami dan menyebabkan rasa sakit hingga lecet jika digunakan untuk berhubungan seksual.

"Di anus tidak ada terjadi perlendiran. Lalu, ketika seseorang terangsang, nggak ada di situ yang bereaksi di dalam dubur itu, sehingga kalau itu dipaksa melakukan hubungan anal, ya pasti sulit. Pihak perempuan juga pasti merasa kesakitan ya, terjadilah lecet pasti. Nah, itu akibat paling ringan yang mungkin terjadi," kata dr Wimpie.

(gah/gah)