Sederet Serangan PSI ke Anies: Tuding Hambat Dinas Atasi Banjir hingga Pembohong

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 12:25 WIB
Jakarta -

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tak kenal lelah melancarkan serangan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Terbaru, kritik soal gelaran Formula E hingga menuding Anies pembohong, pura-pura peduli penderitaan masyarakat akibat pandemi COVID-19.

PSI merupakan salah satu fraksi di DPRD DKI yang doyan mengkritik Anies. Selain PSI, tentu tidak afdol jika tak ada Fraksi PDI Perjuangan (PDIP).

Sejak awal 2021 hingga hari ini, setidaknya ada 4 hal yang menjadi bahan PSI dalam mengkritik Anies. Mulai dari persoalan banjir, RPJMD hingga Formula E.

Berikut sederet kritik PSI kepada Anies:

Kritik Anies soal Banjir, Tuduh Sengaja Hambat Kerja Dinas

Pada akhir Februari 2021 lalu, Fraksi PSI DPRD DKI pernah melontarkan wacana pengajuan hak interpelasi terkait kinerja Anies dalam menangani banjir yang terjadi di Jakarta. PSI menduga Anies menghambat kerja dinas-dinas Pemprov DKI untuk atasi banjir.

"Terkait dengan bencana-bencana banjir yang terjadi, khususnya di Februari 2021 ini, kami Fraksi PSI menyampaikan bahwa kami Fraksi PSI akan menggunakan hak interpelasi terkait permasalahan pencegahan banjir di masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan," kata Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Justine Untayana, saat konferensi pers secara langsung melalui Zoom, Kamis (25/2/2021).

Fraksi PSI menilai hak interpelasi harus diajukan lantaran Anies diduga tidak menjalankan berbagai aturan, bahkan menghambat kinerja dinas-dinas Pemprov DKI untuk menangani banjir. Padahal, penanganan banjir di Jakarta sudah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang RPJMN, dan Perda Nomor 1 Tahun 2018 terkait RPJMD.

"PSI menilai bahwa Bapak Gubernur Anies tidak menjalankan berbagai aturan yang berlaku bahkan diduga dengan sengaja menghambat kerja di dinas-dinas Pemprov DKI untuk mencegah banjir," ucap Justine.

PSI Tolak RPJMD DKI 2017-2022

Fraksi PSI DPRD DKI, bersama dengan PDIP, tak menyetujui revisi RPJMD DKI 20217-2022. PSI menyatakan usulan revisi RPJMD tak memberikan solusi pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

"Fraksi PSI menyatakan menolak perubahan RPJMD tersebut. Secara umum kami melihat bahwa perubahan RPJMD ini hanya untuk memenuhi kebutuhan politik gubernur, lari dari tanggung jawab melaksanakan program dan tidak menjawab tantangan-tantangan akibat pandemi COVID-19," ujar Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Anthony Winza dalam rapat paripurna di DPRD DKI Jakarta, Senin (2/8/2021).

Kala itu, Fraksi PSI menyoroti perihal proyek 'mercusuar' Anies yang masih bergulir di tengah pandemi virus Corona. Salah satunya, proyek pembangunan Stadion JIS.

"Uang triliunan untuk panggung-panggung Formula E, untuk panggung mercusuar stadion megah memang terasa indah tapi kita perlu sadar, pembangunan tersebut jelas mengurangi porsi anggaran daerah untuk masyarakat miskin," sebut Anthony.

Baca kritik lainnya di halaman berikutnya.