Ini 5 Syarat Damai dari Pelapor di Kasus Dinar Candy Protes Berbikini

Karin Nur Secha - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 11:46 WIB

Dinar Candy Tersangka

Polisi resmi menetapkan Dinar Candy sebagai tersangka seusai heboh protes PPKM dengan berbikini di jalanan. Dinar Candy dijerat dengan UU Pornografi atas kasus itu.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah menjelaskan pihaknya telah melakukan gelar perkara sore tadi. Dari hasil gelar perkara tersebut, penyidik menyimpulkan adanya unsur pidana terkait aksi Dinar Candy tersebut.

"Jadi setelah kita melalui tahap gelar perkara, kemudian kami mengumpulkan beberapa bukti dan keterangan saksi. Kemudian dari hasil penyelidikan tersebut kita tingkatkan ke status penyidikan," kata Kombes Azis kepada wartawan di Polres Jaksel, Kamis (5/8).

Dari hasil gelar perkara itu pula, penyidik meningkatkan status Dinar Candy sebagai tersangka. Dinar Candy dijerat UU Pornografi.

"Dari proses penyidikan tersebut, dengan alat bukti yang ada kemudian kami menetapkan Saudari DC sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana pornografi sebagaimana tercantum dalam pasal pidana UU Nomor 36 Tahun 2008 dengan ancaman 10 tahun atau denda Rp 5 miliar," jelas Azis.


Bukti-bukti Penetapan Tersangka

Dalam kesempatan itu pula, Kombes Azis mengungkap bukti-bukti dalam penetapan Dinar Candy sebagai tersangka. Di antaranya ada keterangan saksi dan ahli.

"Ada kelengkapan bukti-bukti pasti ada, karena menggunakan media sosial menggunakan HP, kemudian ada saksi di TKP--tidak hanya dari pihak Saudari DC--dan kemudian ada keterangan ahli, baik itu ahli di bidang kesusilaan, kemudian budaya dan sebagainya," paparnya.

Meski begitu, Dinar Candy tidak ditahan polisi. Dia dikenai wajib lapor. Kasus tersebut hingga kini masih diproses di Polres Jakarta Selatan.


(mea/fjp)