Republik BBM, Dari Dirjen Ngesot Hingga Menkabur

Republik BBM, Dari Dirjen Ngesot Hingga Menkabur

- detikNews
Minggu, 09 Apr 2006 11:28 WIB
Republik BBM, Dari Dirjen Ngesot Hingga Menkabur
Jakarta - Sebagai Menteri Percerdikan Nasional Republik BBM, Inggrid Widjanarko merasa prihatin melihat kondisi sekolah di Republik BBM yang sudah reot, terkena banjir, dan tak kalah tragis ada yang rubuh dimakan usia.Menurut orang bijak, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebuah bangsa tergantung dari kualitas (bangunan) sekolahnya. Selain itu, urusan sekolah adalah tanggung jawab dari pemerintah yang mengacu pada Undang-undang Dasar 45 pada pasal tentang Pendidikan.Untuk itulah, Menteri Pencerdikan meminta Presiden Republik BBM dan Kabinet Republik BBM Bersatu, untuk mencari Dirjen Ngesot (Ngebangun Sekolah Reot). Pelaksanaan mencari Dirjen Ngesot melalui Rapat Luar Biasa pada tanggal 27 Maret 2006 pukul 22.00 WIB dan disiarkan langsung oleh Indosiar. Rapat dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik BBM, dengan tamu kehormatan Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid, serta mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang dan mahasiswa Program Pasca Sarjana Komunikasi Universitas Indonesia (UI). Itulah salah satu tayangan Republik BBM yang oleh pecintanya disebut sebagai salah satu episode terbaik yang pernah ditayangkan acara ini. Judul episode ini adalah "Mencari Dirjen Ngesot"."Bagus Bangetttt cing gue paling suka and nunggu terus acara ini..semoga sukses dan terus jaya," komentar Humprey dalam situs forum Republik BBM besutan Indosiar. "TOP BGT!!! Salah satu episode terbaik yang pernah ditayangin. Menghibur dan informatif... HIDUP Republik BBM!!!" komentar Maddy85."Apa pun yang dilakukan oleh menteri pencerdikan nasional sah-sah saja dengan mengangkat Dirjen Ngesot karena itu adalah kenyataan yang kita hadapi," pendapat Nofyan. Setidaknya ada 29 komentar soal episode ini. Sebelum episode itu, Republik BBM mengambil judul Mencari Menteri yang Menangani Kasus Flu Burung (Menkabur). Sinopsisnya sbb:Menurut Presiden Republik Benar-benar Mabok (BBM), kasus flu burung sangat memprihatinkan karena itulah dibutuhkan seorang menteri yang menanganinya. Untuk menghindari flu burung, menurut salah seorang panelis, dr. Sadikin Giriputro SpP.MARS, Ketua Tim KLB Flu Burung Rumah Sakit Sulianti Saroso, yang penting adalah jangan panik. "Yang perlu diwaspadai bukan unggas-unggas yang sudah terjaga dan terawat dengan baik, tetapi unggas-unggas yang ada di sekitar kita, di sekitar rumah, yang liar yang bisa membawa virus flu burung," jelas dr. Sadikin sambil menambahkan tidak perlu khawatir memakan ayam yang sudah dimasak dengan benar.Diungkapkan dr. Sadikin, masyarakat belum banyak yang mengetahui apa flu burung itu dengan benar. Apalagi pemerintah kurang banyak memberikan sosialisasi. Kandidat pertama yaitu Tukul Arwana, yang dalam waktu 90 detik membeberkan program 100 harinya di antaranya akan bersosialisasi dengan masyarakat. Saat ditanya oleh panelis Effendi Ghazali, apakah jika ia menjadi peternak, Tukul bersedia memusnahkan ternaknya, ternyata Tukul tidak bersedia karena harga penggantinya yang murah. Kandidat kedua, Farhan, menyatakan jika ia terpilih sebagai Menteri Kabur akan mempunyai dua orang pakar untuk menangani flu burung. Dan kandidat terakhir, yaitu Olga Lidya, menyatakan sangat khawatir dengan kasus flu burung yang terjadi di negeri BBM ini. Jika ia menjadi Menkabur, ia tidak akan kabur dari tanggung jawab. Olga akan membuat RSUD (Rumah Sakit Unggas Daerah), membangun SPBU (Sentral Plu Burung) yang banyak sekali dan menyediakan obat Nomala (No Mahal, No Langka). "Menkabur bisa menggantikan Menteri Kesehatan yang selalu kabur memberi informasi mengenai flu burung. Di Indonesia tuh korban meninggalnya sudah semakin bnyak saja. Seperti berita kemarin saja ada korban meninggal di Bekasi. Bagaimana nih Presiden Republik BBM?" tulis Larejaro dalam forum Republik BBM. Setidaknya ada 21 komentar untuk episode ini.Masih ada kisah-kisah Republik BBM lainnya yang menggelitik, seperti Mencari Ketua Tim Investigasi KKN (Kasus Kesurupan Nasional), Reshuffle Menteri Setrum Nasional, Pemilihan Menteke (Menteri Tenaga Kerja), dan Ada Apa dengan Tenaga Kerja Istimewa (TKI)? Dari semua komentar yang masuk dalam forum itu, tidak ada yang menyebut episode-episode itu "mengerikan". Bagaimana komentar Anda? Salurkan ke redaksi@staff.detik.com.Gambar:Taufik Savalas memerankan Presiden Republik BBM (situs Indosiar) (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads