Bantu Warga Dihimpit Kesulitan, Waket MPR Gagas Serikat Gotong Royong

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 10:28 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai telah menyebabkan kesulitan masyarakat di berbagai lini. Banyak warga yang kehilangan pekerjaan hingga mengalami krisis ekonomi di masa pandemi ini.

Menurut Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid saat ini dibutuhkan sebuah gerakan yang bisa menggalang kebersamaan untuk melakukan hal positif yang bermanfaat untuk masyarakat. Dia lantas mengusulkan membuat Serikat Gotong Royong.

"Kita tidak akan mampu meningkatkan ekonomi dengan cepat. Karena itu, kita perlu meningkatkan, menguatkan barisan untuk menghadapi kondisi yang tidak cukup baik ini. Dan kuncinya adalah gotong royong untuk saling menguatkan," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (21/9/2021).

Hal ini dia ungkapkan dalam acara pra-launching Serikat Rakyat Gotong Royong di Rumah Dinas Wakil Ketua MPR, Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (20/9).

Jazilul mengatakan gotong royong dalam konteks hari ini disebut kolaborasi atau kerja sama. Sebab, pada situasi seperti saat ini tidak ada kekuatan yang dominan sendiri, kekuatan itu justru muncul melalui kolaborasi.

"Sekarang ini tidak ada titik sentrum, tidak ada legend seperti zamannya Rhoma Irama, Elvi Sukaesih, Michael Jackson. Sekarang ini semua menjadi top di tempat masing-masing. Hal yang menguatkan namanya sinergi. Jadi, semua punya minat, semua punya arus, dan semua punya pekerjaan masing-masing," tuturnya.

Oleh karena itu, kata dia, Serikat Rakyat Gotong Royong akan diisi oleh orang-orang dari berbagai latar belakang profesi, hobi, suku, ras agama dan keragaman lainnya.

"Kita harus memiliki visi kegotongroyongan. Artinya lintas agama, etnis, suku, hobi, gender dan umur. Gotong royong itu semangatnya universal. Prinsipnya dalam organisasi ini setara, bebas, kebersamaan, kesetaraan, dan persaudaraan. Itu yang menjadi prinsip utama dari Serikat Rakyat Gotong Royong," paparnya.

Dia menuturkan rencananya Serikat Rakyat Gotong Royong akan dideklarasikan di Bumi Sangkuriang, Kiputih, Kota Bandung, Jawa Barat bersama sejumlah klub motor. Pihaknya akan membuat berbagai kegiatan yang sifatnya lebih ke masyarakat bawah.

"Misalnya santunan. Kegiatan yang terdekat karena COVID, kita pilih daerah yang kurang tersentuh pembangunan itu di wilayah Jawa bagian selatan. Kita mau buat Kirab Pantai Selatan," urainya.

Dikatakan Jazilul, Serikat Rakyat Gotong Royong merupakan gagasan awal dalam membangun kerja sama dan bersinergi dengan berbagai lintas latar belakang masyarakat.

"Ada dokter, pengusaha properti, seniman, penggemar motor, budayawan, kalangan pesantren, dan lainnya. Kita harus punya sambungan untuk menyalakan kembali semangat kegotongroyongan. Kalau bagi saya sendiri, urusan kiai, dunia pesantren, sudah biasa. Kalau sekarang saya diajak naik motor dan lainnya, itu lingkungan baru. Kita bangun kekuatan dari berbagai aspek melalui gerakan ini," jelasnya.

Dengan melibatkan berbagai kalangan, kata dia, akan banyak ide, gagasan, dan hal-hal yang bisa dilakukan untuk membantu masyarakat lainnya. "COVID ini membuat orang-orang kehilangan kegembiraan. Kita pelan-pelan akan membangun kegembiraan dan rasa optimisme masyarakat," pungkasnya.

(prf/ega)