Tersingkap 'Gembok Ketua RT' di Balik Penganiayaan Irjen Napoleon ke M Kace

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 08:35 WIB
Jakarta -

Kasus dugaan penganiayaan terdakwa kasus korupsi Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kace atau Kece di Rutan Bareskrim terus diusut Polri. Kini terungkap cara Irjen Napoleon masuk ke sel Kace.

Hal itu disampaikan oleh Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi, saat dihubungi, Senin (20/9/2021). Andi mengungkap soal adanya gembok milik 'Ketua RT'.

"Gembok standar untuk kamar sel korban diganti dengan 'gembok milik Ketua RT' atas permintaan NB, makanya mereka bisa mengakses," ujar Andi.

Namun Andi tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana gembok standar itu bisa diganti. Dia hanya mengatakan 'Ketua RT' di blok rutan Kace ditahan juga merupakan seorang tahanan berinisial H alias C.

"Ketua RT-nya napi juga inisial H alias C," imbuhnya.

Lumuri Kace dengan Kotoran Manusia

Irjen Napoleon rupanya tak hanya menganiaya M Kace. Dia juga melumuri M Kace dengan kotoran manusia.

"Wajah dan tubuh korban dilumurin dengan kotoran manusia oleh pelaku," ujar Dirtipidum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Minggu (19/9) lalu.

Irjen Napoleon Masih Merasa Seperti Atasan

Terkait kasus penganiayaan Irjen Napoleon kepada Kace ini, sejumlah penjaga Rutan Bareskrim Polri diperiksa. Polri menyebut Napoleon masih merasa seperti atasan para penjaga rutan.

"Di sisi lain kan yang bersangkutan (Irjen Napoleon) masih sebagai seperti atasan dengan seorang bawahan yang sedang menjaga tahanan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/9) kemarin.

Napoleon Bonaparte merupakan jenderal bintang dua aktif sebagai anggota Polri. Sebelum beperkara, Napoleon pernah menjabat Kadiv Hubinter Polri.