Dorong Vaksinasi Lansia, Tempat Vaksin Diminta Siapkan Antrean Khusus

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 22:39 WIB
Vaksinasi door to door dilakukan di Kabupaten Karawang. Para relawan menghampiri warga untuk disuntik vaksin, dari Lansia hingga disabilitas.
Foto: Yuda Febrian Silitonga
Jakarta -

Pemerintah terus berupaya untuk mempercepat vaksinasi untuk kelompok lansia. Hingga 19 September 2021, cakupan vaksinasi lansia baru mencapai 27,4% dari target sasaran dosis pertama dan 19,24% dari sasaran dosis lengkap.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan vaksinasi kian mendesak karena kelompok lansia memiliki risiko kematian akibat COVID-19 paling tinggi.

"Per 14 September 2021, kelompok lansia yang positif COVID-19 sebesar 11,8% dari total kasus COVID-19, namun 46,7% dari total kematian adalah kelompok lansia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (20/9/2021).

Ia menegaskan pemerintah telah memastikan bahwa vaksin aman untuk digunakan oleh lansia. Salah seorang penerima vaksin ada yang sudah berusia 100 tahun dan tidak merasakan efek samping berat.

Pemerintah mengajak masyarakat untuk terus menyebarkan informasi valid terkait vaksin untuk memberantas memerangi hoax yang beredar di masyarakat. Menurut Johnny banyak kelompok lansia yang mendapatkan hoax sehingga masih enggan untuk melakukan vaksinasi.

"Semua vaksin yang beredar di Indonesia telah dipastikan keamanannya dan khasiatnya. Informasi seperti ini yang harus kita perkuat dan sebarkan untuk meyakinkan lansia bahwa vaksinasi sangat dibutuhkan untuk mereka," tegasnya.

Johnny berpendapat salah satu faktor yang dapat mendorong percepatan vaksinasi lansia adalah dorongan dari keluarga. Untuk itu, peran keluarga dalam memberikan informasi yang benar serta mengajak lansia untuk vaksinasi sangat krusial.

"Ayo ajak keluarga kita semua yang berada dalam kelompok lansia untuk segera vaksinasi. Memberi informasi yang benar serta mengajak para orang tua untuk vaksinasi adalah bagian dari tanggung jawab kita semua," serunya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga diminta untuk menyusun strategi percepatan vaksinasi dan menyelesaikan kendala yang menghambat vaksinasi lansia di daerah masing-masing. Ia mengatakan lokasi vaksinasi harus bisa menjangkau populasi rentan ini sesuai dengan keunikan masalah di masing-masing wilayah.

Johnny mengatakan alokasi dan keistimewaan sangat diperlukan untuk mempercepat vaksinasi bagi kelompok lansia. Hal itu salah satunya bisa dilakukan dengan memberikan antrean khusus untuk lansia di setiap pelaksanaan vaksinasi.

Selain itu, lanjutnya, tempat pelaksanaan vaksinasi harus mudah dijangkau oleh lansia, baik secara geografis maupun biaya. Hal ini juga harus diikuti juga dengan sosialisasi informasi dan edukasi yang mudah dipahami oleh lansia.

"Kerja sama pemerintah daerah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mempercepat vaksinasi bagi kelompok lansia. Mari kita bergandeng tangan, bahu-membahu untuk menjaga kesehatan para orang tua kita dengan mengajak mereka melakukan vaksinasi segera," pungkas Johnny.

(mul/mpr)