detikcom Do Your Magic

Agar Tak Ada Bakar Sampah Pondok Betung, Warga Minta Pengangkutan Dinas LH

Firda Cynthia Anggrainy Al Djokya - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 19:40 WIB
Lahan pembuangan dan pembakaran sampah di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangsel. (Warga via Pasangmata detikcom)
Lahan pembuangan dan pembakaran sampah di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangsel. (Warga via Pasangmata detikcom)
Tangsel -

Pembuangan dan pembakaran sampah liar di lahan terbuka yang berada di Pondok Betung membuat warga resah. Pihak RT setempat dan pengelola sampah berencana menghentikan pembakaran di lokasi.

"Pak Darkim (pengelola sampah) itu kan memilah sampah, terus kan nanti sisa sampah yang nggak bermanfaat itu diangkut (Dinas Lingkungan Hidup Tangerang Selatan). Berarti nanti di sini nggak ada pembakaran," kata Turasman, Ketua RT 07 RW 01 Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, saat ditemui detikcom di kediamannya pada Senin (20/9/2021).

Ia mengatakan pihaknya akan mencari solusi soal masalah lingkungan yang ditimbulkan dari limbah sampah tersebut. Menurutnya, solusi dari persoalan ini akan dirundingkan bersama pihak kelurahan, dinas lingkungan, dan pengelola sampah dalam waktu dekat.

"Ya nanti diusahakan dengan lurah, dengan dinas. Hari kapan ya nanti kita mau ada rapat di kelurahan. Ada saya, Pak Darkim (pengelola sampah), dinas, dan Pak Lurah," katanya.

Lahan pembuangan dan pembakaran sampah di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, 20 September 2021. (Firda Cynthia/detikcom)Lahan pembuangan dan pembakaran sampah di Pondok Betung, Pondok Aren, Tangerang Selatan, 20 September 2021. (Firda Cynthia/detikcom)

Turasman telah berkoordinasi dengan Darkim selaku pengelola lahan sampah tersebut. Ke depan, ia meminta pihak Dinas Lingkungan Hidup Tangsel dapat mengangkut sampah yang tak memiliki nilai guna dari lokasi pembuangan.

"Pengangkutan dari warga tetap pakai gerobak dari Pak Darkim. Nanti dari gerobak itu, sampah ditaruh di pembuangan. Nanti dari DLH itu pakai mobil pikap untuk ambil sampah yang nggak bermanfaat," kata dia.

Dengan demikian, kata dia, pengelola sampah tetap bisa menghimpun sampah-sampah yang dapat dijual. Sekaligus sampah yang tak memiliki nilai jual tak menumpuk di lahan dan dibakar secara ilegal.

"Pak Darkim ini masih bisa untuk memilah yang bermanfaat karena di situ dari segi sosialnya ada ya, untuk memperkerjakan. Tapi tetap dicari solusinya kan biar nggak ada pencemaran dari asapnya dan pencemaran ke air. Jadi mobil pikap (dari Dinas Lingkungan Hidup Tangsel) itu buat ambil sampah yang nggak bermanfaat," ujarnya.

(dnu/dnu)