Syarat Nonton PON XX Papua: Kapasitas 25%, Wajib 2 Kali Vaksin

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 17:39 WIB
Jakarta -

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal PON XX di Papua. Penonton PON dibatasi 25 persen.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga dalam konferensi pers virtual, Senin (20/9/2021). Penonton juga diwajibkan telah menjalani vaksinasi.

"Kemudian tadi juga terkait kegiatan ke depan di luar Jawa-Bali adalah kegiatan nasional terkait PON tadi Bapak Presiden sudah putuskan dengan 25 persen penonton dengan syarat vaksinasi dua kali, vaksin baik vaksin pertama dan vaksin kedua. Kemudian platform peduliLindungi untuk diintegrasikan dengan aplikasi sejenis secara global," ujar Airlangga.

Seperti diketahui, PON XX akan resmi digelar di Provinsi Papua pada Oktober mendatang. Segala persiapan pun telah diupayakan, khususnya terkait penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi.

Ketua Harian Satgas COVID-19 Papua, Welliam R. Manderi mendorong agar kegiatan vaksinasi di Papua dapat dipercepat hingga menembus 70%. Mengingat per 14 September 2021, jumlah vaksinasi di wilayah Papua masih di bawah angka tersebut.

"Kita harus lebih genjot di pelaksanaan vaksinasi. Mungkin kita bisa melihat perkembangan vaksinasi di 4 klaster di Provinsi Papua. Kita lihat di Jayapura sudah 55,9% dosis pertama dan 34,3% dosis kedua. Lalu, Kabupaten Jayapura 50,8% dosis pertama dan 32,3% dosis kedua. Mimika 45,3% dosis pertama dan 35,5% dosis kedua. Merauke 60% dosis pertama dan 36,3% dosis kedua. Lalu, Keerom 37,4% dosis pertama dan 3,7% dosis kedua," katanya dalam acara talkshow 'Persiapan Penerapan Prokes COVID-19 PON XX Papua, Bercermin dari Olimpiade Tokyo', Rabu (15/9/2021).

Berdasarkan data tersebut, Welliam berharap pelaksanaan kegiatan vaksinasi dosis pertama dapat terus ditingkatkan. Terlebih jumlah capaian vaksinasi ini juga menjadi penyesuaian berlangsungnya PON XX di Papua.

"Kita perlu dorong upaya percepatan vaksinasi yang dilakukan oleh baik pemerintah daerah atau TNI/Polri. Kami berharap dari vaksinasi dosis pertama ini bisa meningkat sehingga nanti di dosis kedua bisa dilakukan vaksinasi secara cepat. Dengan demikian, angka 70% untuk pelaksanaan PON ini bisa betul-betul menjadi catatan kita," ungkapnya.

(knv/imk)