Polisi Beberkan Penetapan 3 Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 17:03 WIB
Jakarta -

Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga pegawai menjadi tersangka kebakaran Lapas Kelas I Tangerang. Polisi menilai ketiganya lalai dalam tugas-tugasnya, sehingga mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat awalnya mengatakan ketiganya dijerat Pasal 359 KUHP. Pasal itu mengatur soal adanya kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia.

"Di Pasal 359 KUHP, objeknya meninggalnya seseorang. Faktanya dalam peristiwa itu ada beberapa orang yang meninggal dan materiil kejadian itu sudah ada," kata Tubagus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/9/2021).

Menurut Tubagus, penyidik kemudian mendalami terkait adanya korban meninggal dengan prosedur kebijakan di Lapas Kelas I Tangerang. Dari penyidikan itu penyidik menilai tidak adanya kesesuaian SOP yang dijalankan 3 pegawai itu dalam peristiwa kebakaran maut.

"Meninggalnya seseorang itu karena kebakaran, karena terbakar. Kenapa orang ini terbakar disebabkan karena ada rangkaian peristiwa kebakaran," ungkap Tubagus.

"Lalu kenapa unsur lalainya, nanti itu dipadukan dengan standar operasional prosedur yang berlaku di lingkungan tersebut. Ketika tidak adanya SOP dengan pelaksanaan maka itulah sebagai bentuk kelalaian," tambahnya.

Terkait bentuk kelalaian ketiga pegawai tersebut, polisi enggan membeberkan. Tubagus menyebut hal itu sebagai materi penyidikan.

"Tentang detailnya, biarlah itu menjadi penyidikan. Tapi penerapan pasal dengan kejadian sudah dibandingkan dengan SOP dan dengan fakta di lapangan sehingga mengakibatkan orang lain meninggal dunia atau luka berat," ujarnya.

Ketiga orang yang ditetapkan tersangka itu berinisial RU, S, dan Y. Ketiganya merupakan pegawai yang tengah piket saat kebakaran maut itu terjadi pada Rabu (8/9).

Tubagus memastikan proses penyidikan masih berlanjut setelah pihaknya menetapkan tiga pegawai sebagai tersangka. Pihaknya kini tengah memerlukan bukti lain untuk menetapkan adanya indikasi tersangka di Pasal 187 dan 188 KUHP soal kealpaan yang menyebabkan kebakaran.

"Di Pasal 187 dan 188 KUHP penyidik dalam gelar perkara masih memerlukan alat bukti. Mudah-mudahan dalam minggu ini semuanya bisa kita selesaikan," pungkas Tubagus.

(ygs/mea)