Kapolri Minta Pengendalian Corona Seiring dengan Pertumbuhan Ekonomi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 13:21 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau acara vaksinasi massal Akpol 1997 di eks Gedung Mapolres Soetta
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau acara vaksinasi massal Akpol 1997 di eks Gedung Mapolres Soetta (Dok. Polri)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan jajarannya untuk optimal membantu pengendalian penularan COVID-19, salah satunya mengawasi ketat penerapan kebijakan PPKM level 1 hingga 4 di tiap wilayah. Sigit mengatakan upaya maksimal bukan hanya di sisi jumlah kasus positif COVID-19 turun, tapi juga bertumbuhnya ekonomi di daerah tersebut.

"Bagaimana kita kembali menuju ke kehidupan normal dan mengembalikan ekonomi yang sempat menurun karena situasi COVID-19," ucap Sigit dalam acara vaksinasi massal dan bakti sosial (baksos) Alumni Akpol 1997 (Batalion Wira Pratama) di lokasi bekas Mapolres Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Senin (20/9/2021).

"Di satu sisi, bagaimana aktivitas masyarakat dalam rangka mengembalikan pertumbuhan ekonomi tetap bisa terkendali dan angka COVID-19 tidak naik lagi," tutur Sigit.

Sigit menilai keseimbangan dua hal tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah. "Ini menjadi tantangan kita dan menjadi kebijakan pemerintah untuk mengatur antara gas dan rem agar seimbang," imbuh Sigit.

Sigit menyampaikan terima kasih pada seluruh personel TNI-Polri dan petugas Dinas Kesehatan di tiap wilayah karena telah berkolaborasi untuk mempercepat penanganan pandemi. Sigit menyinggung situasi ledakan kasus beberapa bulan lalu.

Sigit mengatakan rasio tingkat keterisian tempat tidur pasien COVID-19 (bed occupancy rate) dari 90 persen, kini berkisar 12-15 persen.

"Positivity rate di bawah WHO 5 persen. Saat ini kita positivity rate-nya 2,19 persen. Ini hasil kerja keras rekan-rekan yang tergabung dalam tim. Saya ucapkan apresiasi kepada seluruh anggota, di mana pun bertugas, karena telah bekerja keras melakukan upaya agar laju COVID diturunkan," tutur Sigit.

"Bagaimana harapan dari Pak Presiden, kita harus wujudkan. Kita harus bisa mengubah dari pandemi menjadi endemi. Kita harus bisa hidup dan terbiasa berdampingan dengan COVID. Tentunya prokes yang kuat harus kita laksanakan, program vaksinasi kita tingkatkan sehingga masyarakat siap menghadapi kondisi tersebut," imbau mantan Kadiv Propam Polri ini.

Terkait acara sendiri, Sigit mengapresiasi para alumni Akpol 1997 yang menggelar vaksinasi massal di 34 polda dan tiga negara yaitu Malaysia, Arab Saudi dan Turki. Mantan Kabareskrim ini juga sempat menyapa secara virtual pihak Kedubes Malaysia.

"Tentunya saya memberikan apresiasi kepada adik-adik saya, angkatan 97 di seluruh wilayah yang telah ikut berpartisipasi dalam melaksanakan kegiatan vaksinasi dan bansos kepada masyarakat Indonesia, yang saat ini memang sedang menghadapi situasi yang sulit," ucap Sigit.

Alumni Akpol 1997 akan menggelar vaksinasi massal selama 5 hari, hingga 22 September 2021, dan target vaksinasi 63.400 dosis vaksin.

(aud/fjp)