Round-Up

Kontroversi Formula E DKI Belum Berhenti

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 08:00 WIB
Direktur Utama Pusat Pengelola Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto menjelaskan rencana rute sirkuit yang disiapkan untuk balap mobil Formula E di kompleks GBK, Senayan, jakarta, Selasa (11/2/2020). Pengelola menyatakan siap menjadikan GBK sebagai tempat yang dipilih sebagai sirkuit Formula E di Jakarta dengan syarat tak akan menggunakan seluruh area dalam ring road Stadion GBK yang biasa digunakan masyarakat untuk berolahraga. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc. *** Local Caption ***
Ilustrasi, lintasan Formula E (Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta -

Kontroversi wacana pagelaran Formula E Jakarta belum berhenti. Kini, biaya komitmen Formula E disoal karena dinilai lebih mahal dari kota-kota di negara lain.

Rincian soal harga biaya Formula E yang wajib dibayar Pemprov DKI awalnya terungkap lewat beredarnya surat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI. Surat itu ditujukan ke Gubernur Anies Baswedan.

Surat itu dibuat pada 15 Agustus 2019. Anggota Komisi B DPRD DKI Gilbert Simanjuntak membenarkan soal surat Dispora DKI ke Anies itu.

Dalam surat tersebut, Pemprov DKI memiliki kewajiban membayar biaya komitmen selama lima tahun berturut-turut. Rinciannya sebagai berikut:

Sesi 2019/2020: 20 juta pound sterling atau setara Rp 393 miliar
Sesi 2020/2021: 22 juta pound sterling atau setara Rp 432 miliar
Sesi 2021/2022: 24,2 juta pound sterling atau setara Rp 476 miliar
Sesi 2022/2023: 26,620 juta pound sterling atau setara Rp 515 miliar
Sesi 2023/2024: 29,282 juta pound sterling atau setara Rp 574 miliar

Jika ditotal, rincian itu senilai 121 juta pound sterling atau sekitar Rp 2,3 triliun dengan kurs saat ini Rp 19.680.

Dari angka itu, Fraksi Partai PSI DPRD DKI mengatakan kalau commitment fee Formula E yang wajib dibayar Pwmprov ternyata lebih mahal. Wakil Ketua Komisi E dari F-PSI, Anggara Wicitra, menyebut totalcommitment feeyang ditanggung APBD DKI sebesar 122,102 juta pound sterling atau setara Rp 2,3 triliun.

Anggara kemudian mengungkap soal baiaya penyelenggaraan Formula E di Montreal, Kanada. Anggara menyebut biaya Nomination Fees for the City of Montreal sebesar C$ 151 ribu atau setara Rp 1,7 miliar danrace feessebesar C$1.5 juta atau setara Rp 17 miliar dengan total biaya sebesar Rp 18,7 miliar.

Selain biaya di Montreal, Anggara juga menyebutkan penyelenggaraan Formula E di New York, Amerika Serikat yang justru sama sekali tidak dikenai commitment fee.

Lalu, di Roma, Italia, lanjut Anggara, juga dibebaskan biaya commitment fee sampai penyelenggaraan di tahun 2025. Atas dasar itu, PSI hendak mempertanyakan pertanggungjawaban Pemprov DKI.

"Ini patut dipertanyakan, mengapa biaya commitment fee Formula E Jakarta sangat tinggi dan jelas membebani APBD Jakarta," ujar Anggara, Minggu (19/9/2021).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria buka suara soal biaya lebih mahal itu. Riza menyebut perbedaan commitment fee di setiap benua sesuai dengan ketentuan penyelenggara.

"Ada perbedaan commitment fee antara Asia dan Eropa. Kita ikuti ketentuan yang ada dari Formula E," kata Riza kepada wartawan.

Riza juga memastikan pihaknya melakukan pembayaran sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Formula E Operations (FEO). Untuk rincian pembayaran commitment fee, Riza menyerahkan ke PT Jakpro selaku penyelenggara Formula E Jakarta.

"Silahkan ditanya ke Jakpro. Detail dan persisnya," ujarnya.

Lihat juga video 'Penjelasan Wagub Soal Beredarnya Surat Anies Wajib Lunasi Fee Formula E':

[Gambas:Video 20detik]