Republik BBM Distop
Minggu, 09 Apr 2006 06:27 WIB
Jakarta - Meski Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) sudah meyakinkan dirinya tidak melarang acara Republik BBM (Benar Benar Mabok), namun manajemen Indosiar toh akhirnya menginstruksikan penghentian acara yang kini populer itu. Mengapa?"Acara Republik BBM tidak akan ditayangkan pada Senin 10 April besok. Kita mungkin tetap datang ke studio tapi tidak siaran. Mungkin hanya bincang-bincang saja," kata Penanggung Jawab Asosiasi Pascasarjana Komunikasi UI Effendi Gazali, ketika dihubungi detikcom Sabtu (8/4/2006). Republik BBM diproduksi sebagai hasil kerja sama Indosiar dengan Asosiasi Pascasarjana Komunikasi UI.Menurut Effendi, penyebab dilakukan penyetopan acara yang cukup digemari pemirsa Indosiar ini dikarenakan adanya instruksi dari pemilik Indosiar kepada pimpinan Indosiar untuk menyetop penayangan acara Republik BBM.Instruksi petinggi Indosiar itu keluar setelah beberapa pemilik stasiun televisi diundang oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) pada Jumat malam 7 April 2006. Dalam acara nonformal dengan Wapres terdapat celetukan dari stasiun televisi lain yang mengatakan, acara Republik BBM itu mengerikan."Lalu dari perkataan tersebut terjadilah pembicaraan antara Wapres dan pemilik Indosiar yang kemudian disimpulkan dari pembicaraan itu sebagai pelarangan acara Republik BBM oleh Wapres," tutur Effendi.Selain itu, Effendi mendapatkan informasi, sebenarnya acara Republik BBM diberi satu kesempatan lagi untuk ditayangkan. Setelah itu baru ditutup untuk seterusnya. "Kalau benar begitu kami tidak mau, lebih baik ditutup saja," urai Effendi. Saat ini Effendi tidak terlalu mempermasalahkan distopnya acara Republik BBM itu. Namun menurut Effendi, penyetopan acara itu perlu ada alasan yang jelas. "Kalau kita salah jelaskan salahnya. Apa kita salah data atau yang lain. Saya khawatir kalau begini terus kita akan kembali ke masa orde baru," tukas Effendi.Sampai saat ini Effendi dan beberapa pemain di Republik BBM masih menantikan bagaimana reaksi atau klarifikasi dari pihak-pihak yang terkait. "Saya ingin tahu apa benar JK bicara begitu. Kalau benar berarti kita sudah kembali ke masa lalu. Kedua, Kalau JK tidak bicara begitu berarti kesalahan ada pada pemilik Indosiar. Mungkin mereka takut sehingga acara ini harus dibuang. Ketiga, salah satu pihak harus bicara apakah terdapat kesalahan data dalam penayangan acara tersebut," jelas Effendi.Untuk diketahui, Wapres JK melalui orang kepercayaannya, jelas-jelas menyatakan tidak pernah melarang tayangan Republik BBM. "Bahkan JK ingin hadir meramaikan Republik BBM," tegas orang kepercayaan JK yang enggan disebut namanya itu kepada detikcom.Jadi ada yang melarang atau hanya paranoid saja?
(ahm/)











































