Kementan Raih 2 Penghargaan di Anugerah Humas Indonesia 2021

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 19:34 WIB
Kementan
Foto: Kementan
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) meraih dua penghargaan tertinggi dalam ajang Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2021. Diketahui, Kementan berhasil menjadi kementerian yang memberi laporan Informasi publik terinovatif dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama terbaik.

Ketua sekaligus Pemimpin Redaksi Humas Indonesia, Asmono Wikan mengungkap kompetisi ini diikuti langsung oleh 107 entri dari lembaga, kementerian, maupun diskominfo yang ada di seluruh pemerintah daerah.

Pada Jumat (17/9), Asmono menjelaskan tujuan dari penghargaan ini yakni sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja Humas Indonesia yang telah membantu menyampaikan komunikasi secara baik kepada masyarakat.

"Kompetisi ini menyangkut keterbukaan informasi publik, karena tidak semua lembaga maupun kementerian menyalurkan informasinya secara baik. Maka itu saya ucapkan terima kasih dan selamat bagi lembaga dan kementerian yang meraih penghargaan," ujar Asmono dalam keterangan tertulis, Minggu (19/9/2021).

Asmono menyebut penghargaan yang diraih lembaga dan kementerian dalam ajang ini telah dinilai secara ketat menggunakan metodologi yang modern. Adapun inovasi kehumasan yang baik dan telah dijalankan selama ini merupakan ukuran dalam mendapatkan nilai.

"Selamat kepada pemenang, teruslah berkarya dan menjadi lembaga publik yang terbuka kepada masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menyampaikan terima kasih atas kepercayaan publik terhadap layanan informasi berkualitas dari jajaran Kehumasan Kementan.

"Prestasi ini tentu salah satu fakta bahwa performa kinerja pelayanan Kementerian Pertanian (Kementan) dipotret dan diapresiasi secara baik oleh publik. Ini menjadi motivasi sekaligus energi bagi kami untuk terus memberikan yang terbaik," ungkap Kuntoro.

Menurutnya, pencapaian yang diraih Kementan tidak lepas dari peran kolektif semua pihak yang bekerja di bidang informasi dan dokumentasi Kementan, baik di pusat maupun daerah.

"Oleh karena itu Kementan sangat terbuka untuk terus bekerja sama dan menerima masukan demi perbaikan dan peningkatan kinerja, terutama di masa pandemi sehingga upaya apapun yang dilakukan mampu mengakselerasi kualitas pelayanan publik," terangnya.

Di kesempatan berbeda, Peneliti Sosial, Politik, dan Pemerintahan pada Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, Yoki Susanto mengatakan penghargaan ini harus mampu menjadi pemacu, sekaligus pelecut dalam mengelola informasi yang lebih baik.

"Optimalisasi Sumber Daya Manusia di Lembaga Pemerintah terutama di pusat mutlak harus bisa menguasai teknologi informasi dalam bentuk dokumentasi dan pelayanan publik. Derajatnya dalam melayani rakyat harus ditingkatkan 10 kali lipat, harus kerja cepat, tepat dan cerdas," kata Yoki.

Yoki menilai kinerja yang baik akan meminimalisasi perilaku koruptif dan manipulatif yang dilakukan aparatur pemerintah, baik di pusat maupun yang ada di daerah seluruh Indonesia.

"Karena itu pengelolaan informasi publik seyogyanya menggunakan sistem terintegrasi melalui sistem teknologi informasi pada model Big Data. Model Big Data akan memudahkan lembaga publik melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelbagai program kegiatan dalam jangka pendek maupun jangka panjang," pungkasnya.

(akn/ega)