Generasi yang Hilang di 'Kampung Janda'

Khairunnisa Adinda Kinanti - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 18:31 WIB
Jakarta -

Kampung Panyarang yang terkenal dengan sebutan Kampung Janda pernah mengalami krisis pendidikan. Banyak anak-anak kelas 6 SD harus rela tidak meneruskan pendidikannya.

Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, banyak warga yang mengajak anaknya ikut kerja menambang pasir di kawasan daerah Panyarang. Satu angkatan di SD Panyarang tidak ada yang lulus SD.

"Kurang lebih di tahun 1996 bahwa di Panyarang itu ada sekolah SD. Pernah terjadi pada tahun itu SD Panyarang tidak bisa meluluskan kelas 6. Karena pada saat itu anak-anak warga Kampung Panyarang ini diarahkan untuk membantu orang tuanya di galian C," ujar Kepala Desa Ciburayut Duloh .

Tambang C ini sendiri merupakan tambang ilegal. Operasional tambang tidak ada izin dari pemerintah setempat.

"Galian C yang ada di RW 07 memang ilegal. Karena kami dari pemerintah desa pada saat itu selalu memberikan masukan kepada pemilik tambang atau kepada pemilik galian C untuk diurus izin. Karena mungkin dianggap pertama ini lahan, lahan saya yang mengerjakan saya kenapa harus membuat izin," tutur Duloh.

Namun krisis pendidikan yang terjadi di Kampung Panyarang ini tidak berangsur lama. Pemerintah setempat segera memberikan penjelasan akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak.

"Pihak MUSPIKA, dari pihak pendidikan mencoba memberikan saran masukan dan mengajak kepada warga masyarakat Kampung Panyarang akan pentingnya pendidikan untuk masa depan anak-anak atau putra-putrinya. Alhamdulillah itu hanya satu tahun terjadi," tutup Duloh.

(fuf/gah)