Balkenende Undang Presiden ke Belanda

Balkenende Undang Presiden ke Belanda

- detikNews
Sabtu, 08 Apr 2006 23:23 WIB
Den Haag - Perdana Menteri JP. Balkenende mengundang presiden untuk kunjungan balasan ke Belanda. Dijadwalkan juga, Menteri Pendidikan dan Menteri Ekonomi Belanda akan ke Indonesia.Demikian berita di media Belanda yang dipantau detikcom hari ini, 8/4/2006, menyusul kunjungan kerja perdana menteri Negeri Kincir Angin itu ke Jakarta.Kunjungan kerja PM Balkenende itu sendiri dimaksudkan untuk semakin meningkatkan kerjasama dan mempererat persahabatan kedua negara. Pada bulan-bulan mendatang, kunjungan ini akan disusul dengan kunjungan kerja Menteri Pendidikan Maria Josephina Arnoldina (M.J.A) van der Hoeven dan Menteri Ekonomi Laurens Jan Brinkhorst. Diberitakan, Balkenende memuji suasana yang baik selama pertemuan antara kedua pihak di Jakarta. "Kita memiliki sejarah bersama dengan lembaran yang sulit. Namun sekarang yang terpenting adalah bagaimana kita dapat berarti untuk satu sama lain," demikian Balkenende kepada media negerinya.Selanjutnya pembicaraan kedua kepala pemerintahan lebih memberi perhatian pada pembangunan kembali Aceh dan pada kesempatan itu Balkenende menjanjikan bantuan 100 juta USD. "Solidaritas dan bantuan dari Belanda untuk para korban tsunami sangat dirasakan di sini," tambah Balkenende seusai pertemuannya dengan presiden Yudhoyono.Bantuan 100 juta USD yang dijanjikan itu menjadi bagian dari hubungan kerjasama babak baru antara kedua negara, di mana Belanda dan Indonesia semakin kokoh mempererat persahabatan. Balkenende juga menyatakan bahwa pihaknya akan mengintensifkan dukungan untuk bidang pendidikan, dengan perhatian khusus pada keterlibatan pendidikan tinggi islam di Indonesia pada proyek-proyek Belanda. Soal MunirMeskipun demikian pembicaraan Balkenende-Yudhoyono juga memasuki hal-hal yang kritis. Balkenende antara lain menyinggung soal kelanjutan kasus Munir, yang diracun di pesawat Garuda dalam perjalanannya ke Belanda untuk melanjutkan studi di Universitas Utrecht (September 2004). Dalam jamuan makan di istana, Balkenende juga menanyakan soal kasus Sander Thoenes, wartawan Belanda yang dibunuh di Timor Timur (1999) saat meliput kerusuhan dalam konflik di wilayah yang ketika itu masih menjadi provinsi Indonesia ke-27. Presiden Yudhoyono menanggapi hal itu dengan menjanjikan akan terus memberi informasi mengenai perkembangan kasus, namun juga meminta agar proses hukum di Indonesia dihormati. (es/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads