Soal Republik BBM, Penyelenggara Masih Merasa Janggal

Soal Republik BBM, Penyelenggara Masih Merasa Janggal

- detikNews
Sabtu, 08 Apr 2006 22:52 WIB
Jakarta - Meski sudah dinyatakan bahwa Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) tidak melarang acara Republik BBM (Benar Benar Mabok) namun pihak Asosiasi Pascasarjana Komunikasi UI selaku pihak penyelenggara bersama Indosiar itu masih melihat kejanggalan.Sebabnya, sudah terdapat instruksi dari pimpinan Indosiar untuk menghentikan penayangan program Republik BBM. Instruksi ini turun setelah sebelumnya terdapat pembicaraan antara pemilik stasiun televisi dengan Wapres JK."Instruksi itu turun pasti ada sebabnya," kata Penanggung Jawab Asosiasi Pascasarjana Komunikasi UI Effendi Gazali ketika dihubungi detikcom Sabtu (8/4/2006).Awalnya pada Jumat (7/4/2006) malam, Wapres mengundang pemilik stasiun televisi ke kantornya. Di sana ketika dalam acara non formal dengan Wapres terdapat celetukan dari pihak stasiun televisi lain yang mengatakan bahwa acara Republik BBM itu mengerikan.Lalu dari perkataan tersebut terjadilah pembicaraan antara Wapres dan pemilik Indosiar yang kemudian disimpulkan dari pembicaraan itu sebagai pelarangan acara Republik BBM oleh Wapres.Selain itu, Effendi mendapatkan informasi bahwa sebenarnya acara Republik BBM diberikan satu kesempatan lagi untuk ditayangkan. Lalu setelah itu baru ditutup untuk seterusnya. "Kalau benar begitu kami tidak mau, lebih baik ditutup saja," urai Effendi. Menurut Gazali, dirinya tidak mempermasalahkan ditutupnya program acara semi talkshow ini. Namun pinta Gazali, penutupan itu harus didasari alasan yang jelas. "Kalau kita salah jelaskan salahnya. Apa kita salah data atau yang lain. Saya khawatir kalau begini terus kita akan kembali ke masa orde baru," tukas Effendi.Sampai saat ini Gazali dan beberapa pemain di Republik BBM masih menantikan bagaimana reaksi atau klarifikasi dari pihak pihak terkait. "Saya ingin tahu apa benar JK bicara begitu. Kalau benar berarti kita sudah kembali ke masa lalu. Kedua, Kalau JK tidak bicara begitu berarti kesalahan ada pada pemilik Indosiar. Mungkin mereka takut sehingga acara ini harus dibuang. Ketiga, salah satu pihak harus bicara apakah terdapat kesalahan data dalam penayangan acara tersebut," jelas Effendi.Gazali menjelaskan, sampai saat ini pihaknya dapat memastikan bahwa acara Republik BBM tidak akan ditayangkan pada Senin (10/4/2006) lusa. "Kita mungkin tetap datang ke studio tapi tidak siaran. Mungkin hanya bincang-bincang saja," papar Gazali (ahm/)


Berita Terkait