Gus Mus: Aksi Sweeping Playboy Tindakan Gegabah
Sabtu, 08 Apr 2006 21:36 WIB
Rembang - Pro dan kontra mengiringi beredarnya Majalah Playboy versi Indonesia. Belum sehari majalah orang dewasa ini beredar di pasar, langsung dilakukan sweeping beberapa elemen Islam. Namun menurut Budayawan KH Mustofa Bisri atau sering disapa Gus Mus, aksi sweeping itu merupakan tindakan sewenang-wenang."Wewenang untuk menindak ada pada pemerintah. Kalau sampai ada orang atau kelompok yang melakukan sweeping maka hal itu bisa disebut main hakim sendiri," kata Gus Mus usai bertemu dengan kiai dan pengurus NU se-Jateng di Ponpes Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (8/4/2006).Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin ini menegaskan, orang atau kelompok yangmelakukan sweeping Playboy bisa ditindak aparat yang berwenang. "Merekamelakukan tindakan di luar hukum," ujarnya pendek. Dalam pertemuan itu, kiai yang tampak hadir adalah Zaim Ahmad Mahsoem dan Hasbollah (Rembang), Machfud Ridwan (Salatiga), Baidlowi Ali (Jepara), Masruri Mughni (Brebes), serta Dimyati Rois (Kendal). Selain itu, sekitar 100 pengurus NU juga ikut serta. Mereka saling ngudarasa tentang NU terkait masalah sosial, politik, dan budaya lokal maupun global.
(ahm/)











































