Gandeng LKK PBNU, Kemnaker Susun Modul Program Pengasuhan Anak PMI

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Minggu, 19 Sep 2021 17:34 WIB
Kemnaker susun modul program community parenting untuk anak PMI.
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Konsep community parenting menjadi salah satu pilar dalam program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang diinisiasi Kementerian Ketenagakerjaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan yang komprehensif bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya.

Community parenting merupakan pola pengasuhan secara bersama oleh masyarakat bagi anak PMI selama orang tuanya pergi bekerja ke luar negeri. Dalam rangka memperkuat pilar community parenting, Kemnaker menggelar expert meeting dengan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LKK-PBNU) untuk menyusun Modul Community Parenting Desmigratif.

"Expert meeting kali ini diharapkan dapat merumuskan pola pengasuhan berbasis komunitas (community parenting) bagi anak Pekerja Migran Indonesia (PMI), karena ini tanggung jawab kita bersama," ujar Staf Khusus Menaker Hindun Anisah dalam keterangan tertulis, Minggu (19/9/2021).

Hindun mengulas dalam pelaksanaan community parenting ditemukan beberapa permasalahan, seperti anak-anak kerap mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang tuanya yang menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI), kesulitan dana untuk sekolah dan keperluan sehari-hari, bermasalah dalam lingkungan masyarakat dikarenakan sering dianggap tidak memiliki keluarga utuh, dan pengasuhan anak-anak PMI oleh keluarga asuh biasanya kurang optimal dibandingkan dengan pengasuhan yang dilakukan orang tua kandung.

Modul Community Parenting Desmigratif yang disusun bersama antara Kemnaker dan LKK-PBNU, ungkap Hindun, diharapkan menjadi solusi atas berbagai masalah dalam implementasi community parenting tersebut.

"Ibu Menaker Ida Fauziyah telah meminta seluruh jajaran Kemnaker agar program Desmigratif, khususnya pilar community parenting ini benar-benar mewujudkan kepedulian yang nyata terhadap perkembangan anak-anak PMI," sebut Hindun.

Hindun menambahkan konsep dan model pembangunan community parenting di Desmigratif dapat saja berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya, terutama karena adanya perbedaan budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.

"Kami sangat optimis bahwa hasil dari expert meeting ini akan memperkaya konsep pembangunan komunitas keluarga dalam community parenting sebagai salah satu pilar program Desmigratif," imbuh Hindun.

(fhs/ega)