Wapres Tidak Melarang, Bahkan Ingin Hadir di Republik BBM
Sabtu, 08 Apr 2006 17:55 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla (JK) tak pernah melarang penayangan 'Republik BBM'di Indosiar. Bahkan JK sebenarnya ingin sekali bisa hadir dalam 'Republik BBM'.Demikian penjelasan orang dekat sekaligus kepercayaan Wapres JK kepada detikcom, Sabtu (8/4/2006) pk 18.30 wib. Sayang sumber ini enggan disebutkan namanya. "Sekali saya pastikan, Wapres tidak pernah sama sekali melarang tayangan 'Republik BBM'. Berpikir orang melarang saja tidak," katanya.JK seperti diceritakan oleh sumber ini, bahkan ingin sekali bisa hadir dalam tayangan 'Republik BBM'. Hanya saja, JK tidak ingin hadir sendiri, melainkan dengan Presiden SBY. Lantaran ingin hadir di 'Republik BBM' bersama Presiden, maka JK ingin menyampaikan niatnya itu langsung ke Presiden SBY. "Ini kan surprise," tandas sumber ini.Untuk diketahui saja, 'Republik BBM' yang telah menjadi acara favorit di Indosiar diterpa isu tak menyenangkan: "Republik BBM harus ditutup, karena telah mendiskreditkan pemerintah."'Republik BBM' merupakan acara semi talkshow yang sarat sindiran yang diselenggarakan oleh Indosiar dan Asosiasi Pascasarjana Komunikasi Universitas Indonesia (UI) yang disiarkan secara live setiap hari Senin pukul 22.00 WIB.Berita tak sedap itu lantas beredar melalui SMS. Yang terkena senggol SMS itu adalah Wapres JK. SMS yang beredar memang cukup panas dan mengejutkan. SMS itu bertuliskan, "Jumat (7 April) malam, Wapres JK panggil 7 pemilik TV, dg arahan: acara Republik BBM diskreditkan pemerintah & thus hrs DITUTUP".Effendi Gazali, pakar komunikasi yang menjadi penanggung jawab dari Asosiasi Pascasarjana Komunikasi UI saat dihubungi detikcom, Sabtu (8/4/2006) pukul 15.50 WIB, mengaku sudah mendengar informasi itu. Dia mengaku mendapat informasi itu dari para koleganya dan juga SMS."SMS itu sam sekali tidak benar. Tidak bisa dipertanggungjawaban," kata orang kepercayaan JK itu. Menurut dia, dalam pertemuan dengan para pengelola TV, tidak ada sama sekali terlontar larangan penayangan 'Republik BBM'.Dalam pertemuan itu, masih menurut orang kepercayaan JK ini, Wapres JK lebih merisaukan atas aksi aksi kekerasan yang akhir akhir ini terjadi. Bagi JK, kekerasan bukanlah budaya orang Indonesia. Bahwa Wapres tidak pernah melarang tayangan 'Republik BBM', Effendi juga sudah mendapat penjelasan dari Mukhlis Hasyim, salah seorang staf JK di Istana Wapres. "Pak Mukhlis tadi telepon saya dan membantah informasi ini. Pak Mukhlis mengatakan, Wapres tidak pernah membicarakan itu, bahkan melarangnya. Tidak pernah, tidak pernah," kata Effendi. Penjelasan dari orang dekat Wapres, dan juga penjelasan Mukhlis Hasyim kepada Effendi Gazali, tentu saja melegakan banyak orang. Apalagi kalau Presiden SBY dan Wapres JK, sesekali ikut meramaikan acara yang kini sangat populer itu. Jadi, mengapa menunggu besok?
(bdi/)











































