Ali Mochtar Ngabalin Dapat Teror SMS Soal Papua
Sabtu, 08 Apr 2006 15:32 WIB
Jakarta - Rencana Ali Mochtar Ngabalin mengunjungi Australia terkait pemberian visa sementara 42 warga Papua mendapat rintangan. Teror SMS berisi ancaman diterima anggota Komisi I DPR ini. Apa bunyinya?Ancaman tersebut diungkapkan politisi dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (FBPD) yang mewakili Partai Bulan Bintang (PBB) ini usai diskusi "LSM dan Hubungan Indonesia-Australia" di sebuah kafe di Plaza Semanggi, Jl Sudirman, Jakarta, Sabtu (8/4/2006)."Saya mendapat ancaman dan teror dalam bentuk SMS terkait soal Papua," katanya sambil menunjukkan kepada wartawan salah satu SMS yang diterimanya pada 6 April pukul 12.56 WIB dari nomor 0815 8412 5xxx.Isinya: "Jangan coba-coba menghalangi masyarakat Papua merdeka. Saya akan menggalang elemen timur untuk mendukung politik internasional. Nasionalisme = onani."Lalu bagaimana perasaan Anda menerima SMS itu? "Sebagai manusia, saya juga punya rasa khawatir, tapi tidak terus langsung mundur. Ini konsekuensi untuk menjaga harkat dan martabat bangsa Indonesia," ujar Ali Mochtar mantap.Namun dia mengaku masih sulit menduga siapa pelakunya. Tapi dia yakin tidak mungkin dilakukan oleh orang Papua atau orang Indonesia bagian timur, karena dirinya juga berasal dari Indonesia timur.Pengamanan dari Polri? "Ini respons positif, kami DPR sebagai wakil rakyat juga harus dilindungi," katanya."Jangan sampai kesalahan kita di Timor Timur terulang kembali, hanya binatang ternak yang jatuh ke lubang yang sama," tandas Ali Mochtar.
(sss/)











































