Anak Alami Gizi Buruk, Sang Ibu Terkena Stroke

Anak Alami Gizi Buruk, Sang Ibu Terkena Stroke

- detikNews
Sabtu, 08 Apr 2006 13:21 WIB
Jakarta - Cobaan berat dihadapi Ny Muhini. Setelah suaminya meninggal dunia enam tahun lalu, Muhini terpaksa banting tulang untuk menghidupi ketiga anaknya. Namun, pada bulan puasa lalu, Muhini terserang stroke. Hingga saat ini, dia hanya bisa tergolek di atas tempat tidur. Sementara anak sulungnya mengalami gangguan jiwa dan anak bungsunya mengalami gizi buruk.Muhini yang tidak memiliki rumah ini memiliki tiga anak. Mereka tergolong keluarga miskin. Anak sulungnya mengalami gangguan jiwa, anak keduanya duduk di bangku SMP, dan anak bungsunya saat ini juga harus tergolek di RS karena mengalami gizi buruk dan sudah tidak bersekolah.Sebelum terkena stroke, Muhini bekerja sebagai buruh cuci dan setrika. Saat masih sehat, Muhini dan ketiga anaknya mengontrak rumah kecil di Jl. Nelayan Timur, Kelurahan Pinangsia, Tamansari, Jakarta Barat. Tapi, sejak terkena stroke, Muhini dan tiga anaknya menumpang di rumah saudara angkatnya di daerah itu juga.Hingga saat ini, Sabtu (8/4/2006), Muhini (48) bersama anak bungsunya, Hirma Maya Maysaroh yang sering dipanggil Irma (10) masih dirawat di RSUD Tarakan, Jl. Kiai Caringin, Jakarta Pusat. Muhini dirawat di ruang isolasi lantai 8, sedangkan Irma dirawat di lantai 6, ruang 6307 (ruang khusus anak).Saat dijenguk detikcom, Irma masih tergolek di tempat tidur. Karena selain mengalami gizi buruk, Irma juga mengidap TB paru. Kakinya juga mengalami luka bolong yang cukup serius. Badannya terlihat kurus. Irma dilarikan dan dirawat di RS ini sejak 29 Maret lalu.Menurut dr Eti, dokter yang menangani bocah malang ini, kondisi Irma saat ini sudah lebih baik dibanding saat masuk RS ini. "Kondisinya sudah relatif stabil, tapi belum bisa dibilang stabil atau baik. Sekarang panasnya sudah tidak ada," kata dr Eti yang ditemui detikcom.Saat masuk RS, bobot badan Irma hanya 15 kg. Menurut pihak RS, kini beratnya sudah naik menjadi 18 kg. Bila kondisinya sudah stabil dan bobot badannya sudah di atas 20 kg, Irma akan diperbolehkan pulang. Tapi, karena juga mengidap TB paru dan mengalami luka serius di kakinya, Irma belum bisa dipastikan kapan bisa keluar dari RS.Menurut salah seorang yang menunggui Irma, Ny Nani, Irma dibawa ke RS oleh saudara angkat Muhini. Irma sebenarnya sudah mengidap flek di paru-parunya sejak kelas 2 SD. "Kondisinya makin buruk setelah kelas 4 SD," kata Nani. Menurut Nani, sejak Muhini terkena stroke, Irma sudah tidak lagi masuk sekolah.Sementara itu, Muhini baru masuk ke RS tiga hari lalu, yakni 5 April. Padahal, Muhini menderita stroke sudah sejak bulan Puasa tahun lalu. Menurut Nani, Muhini tidak segera dibawa ke RS, karena tidak memiliki biaya untuk berobat. "Yang membawa ke sini adalah ibu-ibu PKK dari Pinangsia," ujar Nani.Saat detikcom menjenguknya pukul 12.00 WIB, Muhini tampak tidur. Kondisinya cukup memprihatinkan. Kakinya terlihat mengecil dan tampak ada benjolan di tenggorokannya. Di papan tempat tidurnya juga tertulis bahwa Muhini juga terjangkit TB paru."Ibu Muhini terkena stroke sejak bulan Puasa. Saat itu, dia tiba-tiba terjatuh. Sekarang memang tidak bisa jalan. Tapi, kalau ngomong masih bisa," kata Sartini, salah seorang yang menjaganya.Menurut Nani, semua biaya pengobatan Muhini dan Irma ditanggung RSUD Tarakan. Selain itu, selama ini juga ada sumbangan dari orang-orang yang menjenguk Irma. "Kadang ada yang menjenguk dan ngasih Rp 100 ribu atau Rp 200 ribu untuk diberikan kepada Irma," kata dia. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait