Majalah Playboy Dijual Secara Sembunyi di Yogya
Sabtu, 08 Apr 2006 07:50 WIB
Yogyakarta - Meski di kota-kota besar di Indonesia, Majalah Playboy versi Indonesia sudah dijual bebas di pasaran. Namun di Yogyakarta sulit untuk mendapatkannya. Berdasarkan pantauan detikcom, majalah khusus pria dewasa itu dijual secara sembunyi-sembunyi di beberapa kios dan pedagang eceran. Bahkan di beberapa toko buku besar seperti Gramedia di Jl Sudirman, Gramedia Malioboro Mall, Toko Buku Social Agency di Jl Prof Yohanes dan Laksda Adisucipto para pengelola mengaku belum menjual majalah tersebut."Saya belum berani memajang majalah itu di kios, takut kena sweeping," kata Suprayitno (40) salah seorang pemilik kios majalah dan surat kabar di kawasan Jl Gejayan Mrican kepada detikcom, Sabtu (7/4/2006).Meski sudah banyak yang memesan katanya, dari pihak agen majalah belum berani mendistribusikan dalam jumlah banyak. Sedangkan tiga eksemplar majalah Playboy yang baru diterimanya, sudah habis terjual. "Tadi pagi hanya dapat tiga eksemplar, itu langsung habis dibeli pembeli yang kebetulan telah memesan lebih dulu," katanya.Menurut Suprayitno, setiap eksemplarnya dijual dengan harga Rp 45 ribu, meski harga bandrol tercantum Rp 39 ribu. Saat ini, dirinya sudah minta ke agen tapi belum ada kiriman lagi, karena banyak pembeli yang datang menanyakannya. Sementara itu, Yanto pedagang majalah dan koran di Jalan Trikora Yogyakarta, mengaku sampai sekarang belum menerima kiriman majalah meski sudah memesan kepada agen dalam jumlah banyak. "Kalau memang suda ada di Yogya, saya mau pesan 10 eksemplar, karena yang datang ke sini menanyakan majalah itu sudah banyak," katanya. Menanggapi beredarnya majalah Playboy versi Indonesia di Yogyakarta, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) DIY, KH Thoha Abdurrahman menolak beredarnyamajalah itu di wilayah Yogyakarta karena berbau pornografi. "ATM kondom saja kita tolak apalagi majalah itu karena bisa merusak generasi muda Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya. Kita lihat saja nanti, kalau benar-benar beredar, kita akan protes," tegas Thoha.
(mar/)











































