Nusantara Palestina Center-Daarut Tauhiid Bangun Pabrik Air Minum di Gaza

Khoirul Anam - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 20:34 WIB
Nusantara Palestina Center
Foto: Nusantara Palestina Center
Jakarta -

Nusantara Palestina Center (NPC) bekerja sama dengan Daarut Tauhiid (DT) Peduli melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pabrik Air Minum Indonesia di wilayah Tuffah Kota Gaza, Palestina, Kamis (16/9). Turut hadir secara langsung dalam acara ini, Wali Kota Gaza Dr. Yahya Al-Sarraj dan Ketua Dewan Pembina NPC Abdillah Onim, tokoh agama, serta masyarakat di Gaza.

Diketahui, Yahya Al-Sarraj mengapresiasi pembangunan pabrik air minum tersebut. Sebab, Gaza menderita krisis air sehingga akses ke air bersih dan sanitasi menjadi hal yang penting.

Direktur NPC, Ihsan Zainuddin mengatakan bahwa pembangunan pabrik air minum di Gaza diharapkan membantu masyarakat keluar dari krisis air. Menurutnya, Jalur Gaza telah kekurangan sumber daya air dalam waktu lama dan hal ini memiliki konsekuensi di masa-masa mendatang.

"Insyaallah lelah kita menjadi ibadah di akhirat kelak. Bismillah kita bangga menjadi muslim dan bangsa Indonesia, mempersembahkan pabrik air minum di Gaza," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/9/2021).

Ihsan menyebutkan, proyek Pabrik Air Minum dimulai dengan pembebasan lahan seluas 477 m2. Nantinya disusul dengan pengadaan material pembangunan, proses pembangunan secara bertahap, pengeboran sumur air, uji laboratorium dan perizinan, hingga pembelian 4 mobil truk tangki air.

Adapun pabrik tersebut ditargetkan mampu memproduksi 350.000 liter air minum bagi penduduk Palestina di Jalur Gaza dengan kapasitas pabrik antara 200 ribu hingga 350 ribu meter kubik per hari.

Pembina DT Peduli, KH. Abdullah Gymnastiar, mengungkapkan bahwa proyek pabrik air minum merupakan berkah bagi warga Palestina atas doa dan perjuangan mereka selama ini.

Menurut pria yang akrab disapa Aa Gym ini, umat muslim dan bangsa Indonesia telah menjadi salah satu jalan rezeki bagi warga Palestina yang menghadapi masalah sumber daya air di Gaza.

"Program ini merupakan berkah untuk saudara-saudara kita di Gaza, berkah doa, dan perjuangannya selama ini. Adapun kami adalah orang yang diuji oleh Allah menjadi salah satu jalan rezeki bagi saudara kami di Gaza," ungkap Aa Gym.

Ia berharap, air yang diproduksi dari pabrik dapat menjadi zikir bagi warga, serta menjadi jalan untuk selalu taat dan bersyukur. Sedangkan bagi para donatur, lanjutnya, semoga didoakan warga Gaza agar dipelihara keikhlasannya.

Sementara itu, Abdillah Onim menyampaikan terima kasih kepada para donatur dan seluruh masyarakat yang telah memberikan bantuan.

"Kami dari relawan DT Peduli dan NPC, menyampaikan terima kasih kepada para donatur DT Peduli dan teman-teman NPC serta masyarakat Indonesia. Doakan kami, setelah peletakan batu pertama ini kami akan segera melangsungkan pembangunan," katanya.

Sebagai informasi, Pabrik Air Minum merupakan solusi bagi warga Gaza dalam memperoleh air bersih. Sekitar 95% penduduk Jalur Gaza, yang berjumlah lebih dari dua juta orang, tidak memiliki akses air bersih. Hal ini merupakan cerminan bahwa 97% dari 1% air di Gaza tidak layak untuk dikonsumsi.

Proses pembangunan pabrik air minum ini diperkirakan selesai dalam waktu 2 hingga 3 bulan ke depan. Pabrik tersebut diproyeksikan menambah ketersediaan air bersih siap minum untuk warga miskin dan duafa di Jalur Gaza, serta membuka peluang pekerja bagi warga Palestina yang memiliki jumlah pengangguran lebih dari 50 persen.

Selain itu, untuk melindungi warga dari berbagai penyakit akibat pencemaran dan polusi air.

(ega/ega)