Polisi Sebut Manajer Holywings Kemang Halangi Penanggulangan COVID-19

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 20:25 WIB
Jakarta -

Manajer Holywings Kemang ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan. Tersangka JAS dinilai menghalang-halangi upaya penanggulangan COVID-19.

"COVID-19 sudah ditetapkan sebagai wabah penyakit secara nasional. Untuk itu dalam Undang-Undang Wabah Penyakit Menular itu diatur tentang upaya penanggulangannya," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Tubagus kemudian menjelaskan Pasal 14 UU Wabah Penyakit Menular mengatur ketentuan pidana terhadap setiap orang yang menghalangi upaya penanggulangan wabah.

"Pasal 14 UU tersebut adalah yang dilarang adalah upaya menghalang-halangi upaya penanggulangan COVID 19. Upaya penanggulangan itu salah satunya adalah penerapan PPKM. Penerapan PPKM itu dimaksud adalah untuk menanggulangi wabah penyakit menular," jelas Tubagus.

Pemerintah menerapkan PPKM Level dalam upaya penanggulangan wabah tersebut. Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) mengatur apa yang boleh dan tidak diperbolehkan dalam penerapan PPKM level ini.

"Khusus perkara ini itu sudah diatur kapan jam buka, jam berapa sampai jam berapa, berapa pengunjung, bagaimana tatanan tempat duduknya dan lain sebagainya. Diatur di mana? Di dalam Perda juga sudah ada. Kalau tidak ada sampai jam 21.00," ungkapnya.

Holywings Kemang Langgar Jam Operasional

Pada kenyataannya, Holywings Kemang melanggar aturan jam operasional pada PPKM level 3. Apalagi, Holywings Kemang sudah berkali-kali melanggar PPKM.

"Kemudian ternyata sampai jam 00.00 di malam Minggu itu ternyata masih aktif dan sudah beredar di beberapa media sosial maupun mainstream kegiatannya masih berlangsung, padahal pernah diperingati," ucapnya.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, penyidik meningkatkan status perkara ke tingkat penyidikan. Manajer Outlet Holywings Kemang pun ditetapkan sebagai tersangka.

"Oleh karena itu Polda Metro Jaya menyatakan ditingkatkan ke penyidikan dan saat ini kita umumkan satu orang tersangka untuk disidik dan rencana akan dipanggil Rabu besok. Surat panggilan sudah dikirimkan," tuturnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan JAS ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan Holywings Kemang.

"Ditetapkan Saudara JAS selaku manajer ini sebagai tersangka, dipersangkakan Pasal 216 dan juga Pasal 218 KUHP dan Pasal 14 UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular yang ancamannya tertinggi satu tahun penjara," jelas Yusri.

(mea/fjp)