Polisi Sebut Atta Halilintar dan Gen Halilintar Merasa Dicemarkan Konten Savas

Firda Cynthia - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 19:25 WIB
Hey Nabila Aprillya, Kamu Bakal Nyesel nih Putus Sama Atta Halilintar!
Atta Halilintar (Foto: Dok. Instagram/Atta Halilintar)
Jakarta -

Polisi menjelaskan penangkapan terhadap content creator Savas Fresh (28) dilandasi adanya laporan dari Atta Halilintar. Dalam laporan tersebut, Atta Halilintar dan keluarganya, Gen Halilintar, tercemar nama baiknya akibat konten Savas.

"Sebulan atau dua bulan yang lalu ada pelaporan yang disampaikan oleh Saudara Atta, bahwa yang bersangkutan beserta seluruh keluarganya dicemarkan nama baiknya, yang bersangkutan akhirnya melakukan pelaporan," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah kepada wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat (17/9/2021).

Sementara itu, Azis tidak menjelaskan secara rinci terkait kasus yang dilaporkan oleh Atta Halilintar. Ia hanya menyebutkan bahwa Savas melakukan pencemaran nama baik terhadap Atta Halilintar dan Gen Halilintar melalui konten-konten di media sosialnya.

"Kalau yang dilaporkan itu pencemaran nama baik, fitnah, dan sebagainya, terutama dilakukan di ranah ITE ya, disampaikan melalui media sosial baik itu Instagram maupun TikTok," ujarnya.

Jadi Tersangka dan Ditahan

Savas ditangkap di kontrakannya di Bogor, Jawa Barat, sekitar seminggu lalu. Saat ini Savas telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan polisi.

Akibat perbuatannya itu, polisi menetapkan Savas sebagai tersangka. Ia dijerat Pasal 45 dan Pasal 51 UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Tersangka sudah kita lakukan penahanan," katanya.

Konten Tagih Utang

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Kompol Ahmad Akbar mengatakan bahwa Savas melakukan pencemaran nama baik lantaran tuduhan soal utang-piutang melalui media sosial.

"Dia menuduhkan masalah utang ke orang lain," ujar Akbar saat dihubungi wartawan, Jumat (17/9).

Saat ditanya besaran utang yang ditagihkan ke Atta Halilintar, Akbar tidak menjelaskan.

"Lihat kontennya saja di YouTube," kata Akbar.

(mea/fjp)