300 Warga Tobasa Tercemar Kimia
Sabtu, 08 Apr 2006 06:16 WIB
Jakarta - Kondisi air dan udara di wilayah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) Sumatera Utara diduga sudah tercemar zat kimia tertentu. Berdasarkan hasil penelitian 13 dari 300 orang yang berasal dari 10 desa di Sumut yang diperiksa darahnya secara lengkap melalui medical record dari RS Adam Malik, RS Pirngadi dan RS Gleneagles Medan diindikasikan dalam tubuh masyarakat itu terkandung unsur-unsur kimia tertentu. Demikian Ketua Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan (LBH Kesehatan) Iskandar Sitorus dalam emailnya pada detikcom, Sabtu (8/4/2006). Unsur-unsur kimia tertentu itu lantas diyakini LBH Kesehatan dapat mengakibatkan terjadinya pengecilan organ paru-paru, berubahnya bentuk tulang rusuk, sesak nafas dan lesi (infeksi kulit) menahun. Penyakit ini bersifat degeneratif/menurun melalui kelahiran. "Untuk mengeliminasi efek-efek negatif yang mungkin bisa merugikan kesehatan warga kami mengimbau agar warga sesegera mungkin melakukan pemeriksaan darah lengkap secara swadana," ujar Iskandar. Ditambahkan Iskandar, perlu juga dilakukan pemeriksaan urin guna mendapatkan unsur kimia yang berbentuk logam berat berupa zinkum/zn, koprum/Cn, kromium/Cr, Kadmium/Cd, yang mengendap pada tubuh. Fungsi paru-paru, hepar/hati, ginjal dan pankreas juga harus mendapatkan pemeriksaan.Menurut Iskandar, laboratorium di Indonesia sebebarnya belum mampu melakukan pemeriksaan ini. Yang bisa dijadikan rujukan adalah beberapa rumah sakit di Thailand dan Perancis. Hingga saat ini pemeriksaan lanjutan pada warga baru dilakukan di Labkesda DKI Jakarta dan RSHS Bandung yang fasilitas pemeriksaannya belum lengkap."Kami harap pemerintah mau memberikan perlindungan hukum terhadap yang berupaya menelisik atau mencari tahu tingkat derajat kesehatan masyarakat, dan jangan sampai malah menyudutkan siapapun. Masyarakat Tobasa itu kan hidup dekat pabrik jadi siapa tahu terkena dampak limbah," tandas Iskandar.
(mar/)











































