Menteri KKP Resmikan Logo Baru Kementerian, Tak Ada Lagi Logo Ikan

Syahputra Eqqi - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 17:45 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan
Jakarta -

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, memperbarui logo KKP lewat Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 16 Tahun 2021 tentang Logo Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dia menyebut penggantian ini untuk meningkatkan dan mempersatukan tekad, semangat, jiwa, cipta, rasa, dan karsa di lingkungan Kementerian. Wahyu juga menjelaskan, perubahan logo Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menandakan arti berkesinambungan (sustainability) dengan harapan nantinya pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan dapat sepenuhnya dipergunakan bagi kesejahteraan rakyat Indonesia saat ini dan seterusnya sampai generasi yang akan datang. Berkesinambungan disini juga diartikan Wahyu sebagai ekologi yang harus dijaga.

"Dan tetap NKRI, karena di tengahnya adalah lambang Garuda. Jadi kalau wilayah penangkapan ikannya di Merauke ya tetap menjadi bagian dari NKRI. Lingkungan yang dijaga, ekologi yang dijaga, akan mampu meningkatkan distribusi ke daerah-daerah," ujar Wahyu dalam acara KKP Rebound 2021, di Gedung Mina Bahari 3, Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Lebih lanjut, Wahyu menegaskan tidak memasukkan unsur ikan ke dalam logo yang baru lantaran berfokus pada makna ekologi. Ikan menurutnya melambangkan makna ekonomi yang tidak berfokus pada pemerhatian ekologi.

"Jika itu yang terjadi, maka ekologinya akan rusak. Maka keberlanjutan itu tidak akan bisa dijaga, Mari kita bekerja dengan semangat baru, dengan logo baru, atas nama NKRI, kita hidupkan NKRI yang jaya demi masa depan putra-putri kita," pungkas Wahyu.

Sebagai informasi, logo baru KKP terdiri 6 lambang yang disatukan. Pertama, bentuk lingkaran empat sulur berwarna gradasi biru dengan lambang Negara di bagian tengah dan tulisan Kementerian Kelautan dan Perikanan, memiliki makna kesatuan yang mencerminkan Kementerian memiliki tekad yang mengalir kuat guna mewujudkan kemakmuran masyarakat kelautan dan perikanan secara berkesinambungan.

Kedua, ombak melambangkan keikhlasan dan kesetiaan karena selalu konsisten membasahi apapun yang dilewati tanpa pernah mengharapkan apapun, serta tak pernah berhenti bergulung menerjang semua rintangan yang ada di depannya.

Ketiga, lambang Negara berupa Garuda Pancasila beserta semboyan Bhinneka Tunggal Ika melambangkan Indonesia adalah bangsa dan negara yang kuat dan berwibawa.

Keempat, jangkar dimaknai sebagai keteguhan hati dalam menjaga nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan. Semua atas dasar kesetaraan, tanpa memandang perbedaan.

Kelima, trisula dapat diartikan sebagai kekuatan integritas yang menjaga wilayah kelautan dan perikanan di seluruh wilayah Indonesia.

Keenam, matahari terbit melambangkan perubahan pada seluruh elemen, dan mampu menjadikan perubahan untuk kemajuan, kesuksesan, dan pertumbuhan.

(mul/ega)