Merasa Terancam, 7 Anggota DPR Dikawal Polisi

Merasa Terancam, 7 Anggota DPR Dikawal Polisi

- detikNews
Sabtu, 08 Apr 2006 00:59 WIB
Jakarta - Merasa terancam, 7 anggota Komisi I DPR RI yang akan ke Australia, dikawal masing-masing dua bodyguard dari Polri. Pengawalan ini resmi atas perintah Kapolri karena adanya teror terhadap 7 orang tersebut. "Kita banyak mendapatkan teror, karena itu Mabes Polri memberikan pengamanan kepada kita masing-masing 2 bodyguard," ungkap anggota Komisi I DPR Ali Muchtar Ngabalin, di Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Jumat (7/4/2006).Menurut Ngabalin, teror yang dilayangkan pada 7 orang ini terjadi pada waktu yang berbeda-beda. Khususnya pada dirinya terjadi pada hari Rabu sore lalu (5/4/2006). Saat itu ia mengendarai mobil Nissan Terrano miliknya di jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan. Saat mobil melaju, tiba-tiba ada orang yg melempar batu ke mobilnya sehingga kaca mobilnya pecah. Tidak hanya itu, Ngabalin mengaku sering mendapatkan SMS yang mengancam keselamatan nyawa dia dan keluarganya, jika masih terus mengutak-atik masalah Papua. Ngabalin juga mengaku anak-anak dan keluarganya juga sudah didatangi oleh orang-orang yang tak dikenal. "Tapi semuanya masih baik-baik saja," ujar Ngabalin.Namun Ngabalin mengaku tidak tahu siapa sebenarnya para pelaku teror. "Saya tidak tahu motifnya apa? Tapi karena saya berjuang untuk bangsa, kami akan jalan terus, saya tidak takut," geram Ngabalin.Anggota komisi I yang akan ke Australia lainnya, Yuddy Chrisnandie (FPG) sudah membuat pos polisi di depan rumahnya karena banyaknya teror.Selain Ngabalin dan Yuddy, anggota DPR lain yang akan berangkat ke Australia yaitu Effendi MS Simbolon (FPDIP), Happy Bone (FPG), AS Hikam (FPKB), Jeffrey Nase (FPDS) dan Deddy Djamaluddin Malik (FPAN). Rencananya ketujuh anggota DPR RI ini akan menemui Parlemen Australia sebagai respon atas pemberian visa sementara kepada 42 WNI. (aba/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads