Model Yahukimo Diterapkan Atasi Kemiskinan Daerah Terpencil
Jumat, 07 Apr 2006 20:24 WIB
Jakarta - Kemiskinan adalah permasalahan klasik yang dihadapi hampir semua negara bangsa, termasuk Indonesia. Karenanya pemerintah berupaya mengentasakan yang termiskin dari yang miskin dan memberi bantuan pada daerah terpencil dari yang tertinggal. Dalam upaya pengentasan kemiskinan ini, mulai tahun 2006 akan diterapkan pembangunan kawasan terpadu. Dengan demikian berbagai departemen akan turun bersama untuk saling bahu membahu membangun daerah yang telah prioritaskan untuk dikembangkan. Demikianlah penyataan yang disampaikan Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Sudjana Royat dalam jumpa pers di Kantor Menkokesra JlMedan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (7/4/2006). "Model ini seperti yang pernah kita terapkan di Yahukimo Papua. Dan Presiden SBYsendiri sudah mendukung usulan ini," kata Sudjana. Ditambahkan Sudjana saat ini departemen dan kementerian terkait masih melakukan pemetaan untuk mencari fokus pembangunan daerah. Namun demikian dalam program pengentasan kemiskinan, sejumlah kendala diperkirakan masih akan dijumpai. Kendala itu di antaranya adalah masalah pendataan penduduk yang seringkali masih mengalami kesalahan. Dalam penanggulangan kemiskinan sendiri menurut kementerian coordinator kesra ada 3 hal penting, yaitu pendataan, pendanaan dan kelembagaan. Semua strategi pengurangan kemiskinan dalam startegi penanganan kesejahteraan rakyat secara keseluruhan, tujuan utamanya adalah selalu untuk pembangunan manusia. Rencananya tahun ini akan dilakukan juga kongres nasional pembangunan manusia. Kalau jadi dilaksanakan, maka ini merupakan hal baru karena baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Sumber dana yang ada di masyarakat seperti wakaf, infak dan shodaqoh serta adanya lembaga keuangan masayarakat dan kelompok masyarakat turut memegang peranan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Sekarang ini lembaga keuangan mikro yang ada di Indonesia berjumlah 54.000 dan telah tersebar hingga pelosok pedesaan. Dari jumlah itu sebabyak lebih dari 33 juta penabung dan lebih dari 21 juta peminjam telah dilayani.
(mar/)











































