MMI Dukung Sweeping Playboy
Jumat, 07 Apr 2006 20:04 WIB
Yogyakarta - Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) mendukung langkah sejumlah elemen umat Islam yang bakal mensweeping majalah Playboy. Sweeping dilakukan sebagai bentuk ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang tetap memberikan izin beredarnya majalah itu."Kami sepakat dengan MUI dan ormas Islam lainnya yang jauh-jauh hari telah menolak Playboy. Dan kami akan mensweeping majalah itu di tempat-tempat peredaran," kata Ketua Lajnah Tanfidziyah MMI, Irfan S. Awwas kepada wartawan di kantornya di Jalan Karanglo Kotagede, Jumat (7/4/2006).Irfan meminta bila umat Islam berniat melakukan sweeping hendaknya jangan disalahkan. Sebab sweeping itu merupakan bentuk penolakan secara nyata terhadap peredaran majalah itu."Masyarakat sudah tidak percaya lagi terhadap kebijakan pemerintah yang memberikan izin terbitnya majalah itu dan jelas-jelas punya visi menyebarkan pornografi dan pornoaksi di saat gencar-gencarnya pembahasan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi," katanya.Meski saat ini majalah itu terbit tidak secara vulgar, dia meminta masyarakat untuk tetap waspada. Sebab sekali sudah diberikan izin, isi maupun bentuk kemasannya pasti tidak jauh dengan majalah aslinya. Bahkan tetap memakai nama itu dengan cara membeli franchise nama itu."Mungkin edisi perdana tidak vulgar. Namun mereka jelas akan membawa bangsa ini pada kerusakan moral. Kalau mereka tidak punya visi seperti itu, kenapa mereka menggunakan masih ngotot pakai nama itu, kenapa tidak pakai nama yang lain," tegas Irfan.Dia juga mengingatkan kepada para pedagang koran, majalah atau barang-barang penerbitan lainnya untuk menolak memasarkan Playboy. Jika para pedagang ikut membantu menjual majalah tersebut, termasuk kategori kelompok yang ikut menyebarluaskan perusakan moral bangsa. "Jangan disalahkan jika ada sweeping karena meraka juga masuk membantu terjadi terjadi kerusakan moral bangsa ini," kata Irfan sekali lagi.
(mar/)











































