Tak Beri Tunjangan Pelatih Bisbol Asal Australia, Perbasasi Dihukum Rp 5,7 M

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 15:53 WIB
Ilustrasi Palu Hakim
Ilustrasi pengadilan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta mengabulkan banding pelatih asal Australia, Zenon Winters, terkait gugatan soal tunjangan. PT Jakarta menghukum Pengurus Besar Perserikatan Organisasi Bisbol dan Sofbol Seluruh Indonesia (PB Perbasasi) membayar Rp 5,7 miliar karena ingkar janji.

Hal itu tertuang dalam putusan PT Jakarta yang dilansir website-nya, Jumat (17/9/2021). Kasus bermula saat Perbasasi mengontrak Winters untuk melatih tim Indonesia sejak 30 Oktober 2017 hingga 2019. Jabatan Winters adalah Direktur Performa Tinggi Federasi (pelatih).

Dalam kurun 2 tahun itu, Winters tidak diberi tunjangan dan remunerasi sebagaimana tertuang dalam kontrak. Winters tidak terima dan mengajukan somasi ke Perbasasi serta Kemenpora.

Somasi tidak digubris dan dilanjutkan ke Dinas Ketenagakerjaan Jaksel. Namun, hasilnya tidak memuaskan.

Winters meningkatkan kasusnya ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) tapi kandas. Majelis PN Jakpus menolak gugatan Winters pada 17 Desember 2020.

Winters pun mengambil upaya hukum lanjutan dengan mengajukan banding. Gayung bersambut. Gugatannya dikabulkan.

"Menyatakan Terbanding semula Tergugat telah melakukan perbuatan wanprestasi/ingkar janji," kata ketua majelis Artha Theresia dengan anggota Dian Sulastri Dewi dan Aroziduhu Waruwu.

Majelis menyatakan Perbasasi telah melanggar dan ingkar janji atas Contract Employment Nomor 01/HPD/PBPERBASASI/XI/2017 tanggal 30 Oktober 2017. Oleh sebab itu, Perbasasi dihukum membayar Rp 5,7 miliar.

"Menghukum Terbanding semula Tergugat mengganti seluruh kerugian Pembanding semula Penggugat dalam penggantian biaya, ganti rugi dan bunga dibayarkan secara tunai, lunas dan seketika," ucap majelis.

Berikut detail hukuman tersebut:

1. Kompensasi tahunan/gaji terhadap masa kerja Pembanding selama 8 bulan sejumlah USD 100 ribu atau Rp 1.400.000.000 (kurs Rp 14 ribu).
2. Akomodasi rumah tinggal Pembanding semula Penggugat untuk periode sewa selama masa 1 tahun di daerah Kemang Jakarta Selatan sejumlah Rp 495 juta.
3. Tiket pesawat (kelas ekonomi) dari Jakarta ke Brisbane untuk keluarga Pembanding semula Penggugat, yang terdiri dari 4 orang sebesar Rp 20,2 juta.
4. Fasilitas sekolah untuk dua anak Winters di sebuah sekolah internasional di Jakarta yang bernama Australian Independent School/AIS sejumlah total Rp 419 juta
5. Biaya pembuatan visa Rp 95 juta
6. Bunga atau pendapatan yang seharusnya diperoleh Pembanding semula Penggugat jika Terbanding semula Tergugat tidak wanprestasi/ingkar janji sehingga Pembanding semula Penggugat dapat melaksanakan pekerjaannya sebagai Direktur Performa Tinggi Federasi (Pelatih Softball) sebesar USD 237.500 atau Rp 3.325.000.000 (kurs Rp 14 ribu).

(asp/haf)