Polisi Beberkan 'Dosa' Manajer Outlet di Kasus Kerumunan Holywings Kemang

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 15:39 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Manajer Outlet Holywings Tavern Kemang, Joseph Ado, ditetapkan sebagai tersangka di kasus kerumunan. Polisi mengungkap Joseph Ado melakukan sejumlah pelanggaran terkait kerumunan tersebut.

"Tersangka selaku manajer outlet Holywings telah diberikan sanksi oleh Satpol PP saat itu sebanyak 3 kali mulai bulan Januari, Maret dan September 2021," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Yusri menambahkan Joseph Ado selaku manajemen Holywings tidak menerapkan scan barcode PeduliLindungi bagi pengunjung yang masuk ke kafe.

"Kewajibannya harusnya disiapkan masing-masing kafe atau mal. Jadi setiap ada kegiatan tersebut harus tetap ada barcode QR PeduliLindungi untuk memastikan yang masuk ke dalam itu adalah orang-orang yang sudah tervaksin," jelas Yusri.

Selanjutnya, Yusri mengungkapkan Joseph Ado tidak mematuhi peraturan dari internal manajemen PT Holywings.

"Di mana pernah sudah dikeluarkan oleh PT Holywings ini memberikan imbauan kepada seluruh outlet melalui surat internal tertanggal 4 Agustus 2021. Ini yang kemudian dijadikan persangkaan," katanya.

Selain itu, tersangka juga tidak menerapkan maksimal kapasitas pengunjung di masa PPKM Level 3 ini.

"Termasuk persentase berapa yang harus datang ke sana itu melebihi," katanya.

Joseph Adi ditetapkan sebagai tersangka terkait tindak pidana Pasal 216 juncto 218 KUHP dan Pasal 14 UU No 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman maksimal 1 tahun penjara.

(mea/mea)