Cegah AIDS, Depdiknas Kembangkan Pendidikan Kecakapan Hidup

Cegah AIDS, Depdiknas Kembangkan Pendidikan Kecakapan Hidup

- detikNews
Jumat, 07 Apr 2006 18:18 WIB
Jakarta - Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) turut serta menanggulangi pencegahan HIV/AIDS dengan mencari alternatif pemberian informasi yang lebih efektif. Upaya pencegahan penyebarluasan HIV/AIDS itu dilakukan melalui "pendidikan kecakapan hidup" (live skills education). Tujuannya adalah untuk membentuk remaja yang dapat menghadapi tantangan bahaya HIV/AIDS. Demikian disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani (Puskesjas) Depdiknas Widaninggar dalam e-mail yang diterima detikcom Jumat (7/4/2006). Widaninggar mengemukakan Depdiknas memulai pendidikan pencegahan HIV/AIDS sejak 1996 kepada mahasiswa dan siswa SMA dengan pendekatan Peer Education (Pendidikan Sebaya). "Pelatihan terus dikembangkan hingga dikembangkan life skills education pada 200 untuk pencegahan HIV/AIDS tingkat SMP dan SMA," kata Widaninggar. Puskesjas Depdiknas bekerjasama dengan UNICEF juga menggelar workshop life skills education untuk mendapatkan masukan program pendidikan pencegahan HIV/AIDS melalui jalur pendidikan, baik pada pendidikan formal maupun nonformal. Upaya pencegahan HIV/AIDS dilakukan untuk mencapai target 90 persen remaja rentan HIV/AIDS pada 2010 dan 95 persen pada 2015 seperti yang ditargetkan PBB. Workshop yang berlangsung 6 April lalu ini diikuti oleh departemen dan lembaga swadaya masyarakat terkait. Widaninggar menyatakan kebijakan pendidikan pencegahan AIDS di antaranya adalah dengan mengembangkan bahan pelajaran dan pembelajaran berkaitan dengan HIV/AIDS berdasarkan pendekatan pendidikan kecakapan hidup. "Pencegahan HIV/AIDS ini dilakukan melalui kegiatan kurikuler dan ektra kurikuler sejak dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi," ujar Widaninggar. Saat ini HIV/AIDS telah menjalar dan menjadi wabah di berbagai negara. Pandemik global AIDS telah menyebabkan 1,8 juta generasi muda usia 15-24 tahun hidup dengan AIDS. Di Indonesia sendiri penyebaran HIV/AIDS masih terkonsentrasi di 14 provinsi di Indonesia. Departemen Kesehatan memperkirakan pada 2010 sebanyak 130.000 orang Indonesia akan menderita atau meninggal karena AIDS dan jutaan lainnya akan positif tertular AIDS. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait