6 WN Cina Duduki Cerobong Asap PLTU Palu Setinggi 80 M
Jumat, 07 Apr 2006 17:45 WIB
Palu - Banyak cara dilakukan untuk melakukan aksi protes. Karena tidak memungkinkan melakukan aksi massa, 6 orang tenaga kerja asing asal Cina melakukan aksi unjuk rasa dengan menduduki cerobong asap PLTU di Palu Utara.Aksi protes di cerobong asap dengan ketinggian sekitar 80 meter ini menuntut kepada PT Pusaka Jaya Palu sebagai pihak yang menggaji mereka membayarkan sisa gaji sebesar 600 dolar AS atau 100 dolar AS per orang.Informasi yang dikumpulkan detikcom, Jumat (7/4/2006), PT Pusaka Jaya Palu mempekerjakan 6 orang tenaga kerja asal Cina ini sebagai tenaga ahli pada proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di Palu Utara.Aksi menduduki cerobong asap dilakukan sejak Rabu 5 April lalu. Sampai sore ini mereka masih bertahan dan mengancam hanya akan turun setelah gaji mereka dibayar.Keenam orang tersebut adalah Sheng Sian Y (37), Lie Heng Jie (30), Wang Jiuseng (30), Zhen Jianshi (35), Sui Juo (76) dan Zhang Daoli (34).Pekerja tersebut naik ke cerobong asap dengan menggunakan lift. Sampai di puncak mereka mematikan lift sehingga tidak memungkinkan pekerja lain naik ke atap cerobong. Akibat aksi mereka, pembangunan cerobong asap PLTU terganggu. Humas PT Pusaka Jaya Gusti Alam Saad mengatakan keenam pekerja asal Cina tersebut sebenarnya tidak berhak menuntut gaji secara langsung. Alasannya, sisa gaji mereka sesuai kontrak harus dibayarkan kepada Shandong Mesineri Corporation, sebuah perusahan Cina yang mempekerjakan mereka. "Sisa gaji tidak dibayarkan langsung, tetapi kepada Shandong Corporation," kata Gusti Alam.Masa kerja enam tenaga kerja asal Cina ini berakhir Kamis 30 Maret lalu. Namun visa tinggal mereka berlaku sampai 18 April mendatang.Aksi ini sempat membuat pening Walikota Palu Rusdi Mastura. Ia segera melihat langsung dari dekat aksi 6 tenaga kerja asal Cina ini dengan menuju lokasi PLTU, di Kecamatan Palu Utara, 15 km dari Kota Palu. Sampai di lokasi aksi, walikota membujuk mereka agar turun. Kesulitan awal terjadi karena kendala bahasa. Beruntung ada 2 tenaga kerja asal Cina yang akhirnya melakukan komunikasi terhadap pekerja mogok tersebut.Meski Walikota Palu sudah menjanjikan akan membayarnya, mereka belum bersedia turun. Mereka mengatakan bersedia turun setelah uang yang mereka tuntut ada di tangan mereka.
(jon/)











































