Terungkap Penyuap Janjikan Fee Lobi 7% demi Rekomendasi Nurdin Abdullah

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 08:55 WIB
Tersangka korupsi, Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto menuju mobil tahanan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/3/2021) usai menjalani pemeriksaan Agung Sucipto disangka menyuap Nurdin Abdullah, saat itu Gubernur aktif Sulawesi Selatan untuk memperoleh proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel. Uang suap diberikan melalui tersangka Edy Rahmat yang sekaligus orang kepercayaan Nurdin Abdullah.
Terdakwa Agung Sucipto (Ari Saputra/detikcom)
Sinjai -

Terdakwa pengusaha Agung Sucipto alias Anggu terungkap melobi Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah agar mau merekomendasikan proyek irigasi di Kabupaten Sinjai. Agung pun menjanjikan fee 7 persen dan siap langsung membayar setengahnya jika rekomendasi itu diberikan Nurdin Abdullah.

Hal tersebut terungkap saat Agung Sucipto jadi saksi dalam sidang kasus suap terdakwa Nurdin dan Edy Rahmat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Negeri Makassar, Kamis (16/9/2021). Jaksa KPK Yoyo Fiter Haiti awalnya memperdengarkan rekaman telepon Agung Sucipto dengan Edy Rahmat.

Pembicaraan Edy dan Agung Sucipto itu terjadi pada 19 Februari 2021. Pada awal menelepon, terdengar Agung lebih dahulu menanyakan proyek di kawasan Tanjung Bira, Bulukumba.

Selanjutnya, barulah Agung menyampaikan kepada Edy Rahmat agar menyampaikan ke Nurdin Abdullah agar bersedia memberikan rekomendasi pengerjaan proyek irigasi di Kabupaten Sinjai.

"Begini Pak Edy, ada mau saya anu, saya tanya dulu, bisa 7, pengajuannya Sinjai, bantuannya Sinjai 30 M itu, irigasi itu bisa 7 persen," ucap Agung saat menelepon Edy Rahmat yang rekamannya diperdengarkan di persidangan.

Selanjutnya Agung Sucipto memberi garansi bahwa dia siap membayar 50 persen dari fee 7 persen yang dijanjikan jika Nurdin Abdullah mau memberikan rekomendasi atas pengerjaan proyek irigasi tersebut.

"Kalau ada rekomendasi saya dikasih langsung, saya yang bayar setengahnya," tuturnya.

Mendengar tawaran fee dari Agung Sucipto, Edy mengaku siap menyampaikan kepada Nurdin Abdullah.

"Oh, iye, nanti saya sampaikan itu," kata Edy.

Agung Sucipto alias Anggu juga memberi penjelasan bahwa paket proyek itu sedianya akan dikerjakan oleh rekannya, yakni Hary Syamsuddin, selaku pemilik PT Purnama Karya Nugraha.

Saksi menambahkan Hary sebenarnya 'orang' Bupati Sinjai, namun Hary tidak bisa serta-merta mendapatkan proyek itu karena harus memiliki rekomendasi dari Nurdin Abdullah.

"Kalau orangnya Bupati juga memang, katanya Bupati, siapa yang dapat rekomendasi, itu yang kerja," ucap saksi.

Pada momen percakapan di telepon itu, Edy lebih banyak mendengarkan dan berjanji akan menyampaikan hal tersebut kepada Nurdin Abdullah. Oleh sebab itu, Anggu menjelaskan lagi dirinya siap membayar langsung 50 persen dari fee 7 persen yang dijanjikan bila Nurdin memberi rekomendasi.

"Kalau kita kasih rekomendasi, langsung mi juga saya bayarkan setengahnya, toh," ucapnya.

"Apakah Bos, Bos tahunya ini Pak Anggu, tapi Pak Anggu yang jamin," lanjutnya.

Lihat juga video 'Terkait Uang Sitaan Rp 3,5 M, Nurdin Abdullah: Itu Bantuan Masjid':

[Gambas:Video 20detik]